Manchester City masuk periode transisi setelah ditinggal manajer Pep Guardiola. Kini komando di tangan Enzo Maresca, mulai dari nol lagi sepertinya.

Era Enzo Maresca dibuka dengan kekalahan telak Manchester City dari Arsenal 0-3, pada Community Shield, Minggu (16/8). The Citizens tidak berkutik.
Enzo Maresca sedianya bukan orang baru di Manchester City. Maresca pernah jadi asisten Pep Guardiola pada 2022-2023, lalu jadi manajer Leicester dan Chelsea. Di Chelsea, Maresca mampu menangi titel UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Tentu, Guardiola sudah jadi legenda dan layak masuk dalam daftar pelatih top dunia. Satu dekade di City, Guardiola persembahkan seluruh titel juara termasuk enam titel juara Liga Inggris dan menangi Liga Champions.
Kepergian Pep Guardiola tentu jadi lubang besar buat Manchester City. Sebab tak ayal, Enzo Maresca pasti butuh waktu.
"Para penggemar Man City pasti menyadari, ini adalah masa transisi," ujar pundit sepakbola BBC sekaligus eks pemain Everton, Pat Nevin.
"Menurut saya, Man City tidak datang hari ini sekadar untuk lari-lari santai. Mereka datang dengan ambisi memenangkan Community Shield, namun performa mereka jauh dari harapan untuk mewujudkannya," sambungnya.
Persaingan di Liga Inggris pun terus ketat. Para manajer baru datang, Arsenal selaku juara bertahan terus perkuat skuad.
"Saat ini, Haaland belum mencapai performa terbaiknya, dan itu memberikan dampak yang signifikan. Doku dan Semenyo memang sempat menunjukkan aksi gemilang sesekali, sementara Elliot Anderson, meski sudah berusaha keras, belum benar-benar padu dengan tim," papar Nevin.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh City," tutupnya.
Manchester City
Enzo Maresca
Pep Guardiola
Todos los comentarios