Pendekatan transfer Liverpool belakangan ini disorot tajam. Mantan pemainnya, Jamie Carragher, menilai Si Merah lupa jalannya sendiri.

Setelah negosiasi yang panjang dan sulit, Liverpool berhasil mendapatkan Bradley Barcola di bursa transfer musim panas ini. Winger 23 tahun itu menjadi pemain profil tinggi yang diproyeksikan jadi penerus Mohamed Salah.
Tapi pembelian ini tak memuaskan semua pendukung Liverpool. Jamie Carragher merasa tim tak sebutuh itu dengan Barcola, khususnya kalau mengingat ia utamanya beroperasi di sisi kiri.
Ini berarti mereka punya satu lagi penyerang kiri, menambah empat yang sudah ada. Selain Barcola, ada Hugo Ekitike, Cody Gakpo, Rio Ngumoha, dan Victor Munoz.
Lebih dari itu, Carragher merasa Liverpool belakangan lebih suka merekrut pemain jadi dan mahal. Musim lalu ada Florian Wirtz dan Alexander Isak, dan keduanya belum benar-benar bersinar.
Ia menyebut kini Liverpool bernuansa Real Madrid di bursa transfer: mengincar pemain profil top semata.
"Rasanya hampir seperti Liverpool berubah menjadi Real Madrid; mereka cuma membeli pemain terbaik di pasaran dengan harga selangit, dan itu memang bikin semua orang antusias," ujarnya di Sky Sports.
"Dan tidak ada pemikiran matang soal bagaimana semua itu akan menyatu sebagai sebuah tim. Real Madrid selalu berhasil melakukannya. Tapi begitulah karakter klubnya."
Ia berharap klub kembali ke pendekatan lama, mengutamakan perencanaan dan kebutuhan tim.
"Saya sudah lama mengikuti Liverpool, dan bagi Liverpool, mereka itu selalu tentang tim. Mereka adalah tipe tim yang mengutamakan kebersamaan; mereka memanfaatkan dukungan penonton untuk membangun rasa kebersamaan itu," sambung Carragher.
"Ini bukan sekadar soal pemain bintang. Dulu rasanya kami tidak seperti itu -bahkan di bawah asuhan Jurgen Klopp, kami membeli pemain yang mungkin bukan superstar, tetapi ada rencana dan gagasan yang jelas di baliknya."
"Saya ingin kembali ke pola itu. Saya tidak ingin sekadar menghabiskan uang atau mendatangkan pemain terbaik yang bisa didapatkan; saya ingin melihat adanya rencana soal bagaimana semuanya akan berjalan."
"Sekarang, saya dibikin bingung dan berpikir: 'Kami punya empat pemain sayap kiri, tapi tidak punya satu pun pemain sayap kanan'. Hal-hal kayak begini tidak terasa benar buat saya."
Liverpool
Real Madrid
Trabzonspor
Jamie Carragher
Mohamed Salah
Rio Ngumoha
Todos los comentarios