Folarin Balogun bikin tiga klub kecewa saat deadline bursa transfer musim panas. Everton, AS Monaco, dan Chelsea jadi gagal cuan dan mendapatkan pemain.

Melansir Sky Sports, Balogun menjadi pemain yang juga berpotensi pindah pada hari terakhir bursa transfer Liga Inggris, Rabu (2/9) dini hari WIB. Striker Amerika Serikat itu awalnya bakal menuju Everton.
Kesepakatan tercapai antara Monaco dan Everton dengan nilai transfer mencapai 40 juta paun atau setara Rp 954 miliar. Kontrak personal juga sudah disiapkan buat penyerang berusia 25 tahun itu.
Monaco, yang butuh uang, awalnya senang Balogun bisa membantu keluar situasi sulitnya. Tes medis kemudian diagendakan untuk menyelesaikan proses transfernya.
Saat tes medis itu, Folarin Balogun rupanya punya riwayat cedera. Kondisi itu bikin Everton coba bernegosiasi ulang dengan AS Monaco agar nilai transfernya dikurangi.
Pada saat bersamaan, Everton rupanya juga diketahui mengejar Joshua Zirkzee dari Manchester United. Penyerang asal Belanda itu coba dipinjam dengan nilai transfer mencapai 10 juta paun.
Niat Everton meminjam Zirkzee kemudian ditolak MU, karena dianggap telat dan angkanya kurang sesuai. Usut punya usut, upaya peminjaman Zirkzee itu bikin Balogun kemudian 'ngambek'.
Bos Monaco, Thiago Scuro, mengungkap Balogun merasa dikhianati Everton karena mengejar striker lain.
"Pernyataan Balogun adalah bahwa saya merasa tidak enak badan karena cara klub memperlakukan saya. Saya merasa tidak enak badan karena departemen medis Everton menimbulkan keraguan mengenai masa depan atau kesehatan saya," ungkapnya.
"Saya tidak memiliki masalah apa pun (masalah medis), jadi saya tidak nyaman untuk menandatangani kontrak jangka panjang di sini," Scuro menjelaskan.
Menurut Sky Sports, Everton tidak berniat mengkhianati Folarin Balogun. The Toffees memang ingin mendatangkan dua penyerang sekaligus musim panas ini, bukan sebagai alternatif satu sama lain.
Salah paham Balogun akhirnya merembet ke situasi transfer lain. Monaco, yang di saat bersamaan juga sudah sepakat melepas Lamine Camara ke Chelsea, jadi batal menjualnya.
Camara awalnya diincar The Blues sebagai pengganti Enzo Fernandez. Chelsea mengejarnya, usai menjual gelandang Argentina ke Manchester City seharga 125 juta paun atau Rp 2,99 triliun.
Transfer Camara akhirnya batal terlaksana, mengingat Monaco tidak dalam situasi terpaksa untuk melepas Camara. Klub Ligue 1 itu awalnya cuma lebih ingin menjual Balogun, sebab transfernya sudah cukup membantu keuangan klub.
Drama Folarin Balogun itu akhirnya bikin tiga klub kecewa. AS Monaco gagal dapat uang dari penjualan pemain. Everton gagal mendapatkan striker baru. Dan Chelsea yang juga gagal mendapatkan pengganti Enzo Fernandez di detik-detik akhir bursa transfer.
Everton
Manchester City
Monaco
Bursaspor
Folarin Balogun
Enzo Fernández
Tous les commentaires