Menurut Mundo Deportivo, kisah Vozinha, Tim Payne, Luca Zidane, dan pemain lainnya di Piala Dunia FIFA ini lebih menyentuh daripada gol-gol itu sendiri.

Vozinha melakukan banyak penyelamatan spektakuler dalam pertandingan Tanjung Verde vs. Spanyol, membuatnya meraih penghargaan MVP untuk pertandingan tersebut. 24 jam setelah pertandingan, pengikut Vozinha meningkat dari 48.000 menjadi lebih dari 11 juta. Hal ini bukan sekadar karena dia adalah pemimpin tim underdog, tetapi juga karena kisah di balik pemain ini dan bagaimana ceritanya telah menyentuh dunia, khususnya Brasil. Tanjung Verde berbagi bahasa Portugis dengan Brasil, dan juga sejarah: Josimar, dinamai dari bek sayap timnas Brasil tahun 1986. Vozinha adalah pahlawan yang ingin didengar dunia—seorang pria sederhana di Piala Dunia FIFA yang sangat komersial ini. FIFA telah mengubah istirahat hidrasi menjadi keuntungan, dengan tiket yang hanya terjangkau bagi yang kaya raya. Ini adalah Piala Dunia FIFA dengan cerita-cerita nyata.
Meskipun pemain Selandia Baru Tim Payne menjadi terkenal berkat seorang vlogger Argentina, semua pengaruh medianya bersumber dari cerita di baliknya: seorang pemain dari dunia semi-profesional yang mewakili timnas di turnamen terbaik dunia. Dan ada cerita seperti Senegal, menari dengan kegembiraan sebuah bangsa, karena mereka tahu bahwa kebahagiaan bukan milik orang kaya, tetapi milik mereka yang memiliki harapan.
Piala Dunia FIFA ini menampilkan pemain muda Maroko, Bouadi, yang bisa bermain untuk Prancis tetapi memilih Maroko karena cinta pada akar budayanya. Pesannya kepada generasinya: pelajarilah matematika, dan semuanya akan terlihat berbeda. Ini juga Piala Dunia FIFA di mana Luca Zidane memilih untuk membawa bendera Aljazair, negara kakek-neneknya, yang juga memengaruhi kehidupan ayahnya. Sekarang, mereka dapat memilih untuk bermain bagi negara tempat orang tua mereka harus bermigrasi, atau mengenakan seragam tanah air mereka.
Piala Dunia FIFA ini menetapkan bahasa Spanyol sebagai salah satu bahasa resmi, yang masuk akal karena Meksiko adalah salah satu tuan rumah. Namun di Amerika Serikat, FIFA lupa bahwa ini bukan Piala Dunia Trump, melainkan Piala Dunia tiga negara, dan 50 juta warga Latin yang tinggal di AS juga penting.
Piala Dunia FIFA ini juga menampilkan ibu-ibu yang telah melihat pasangan mereka menjadi pemain Piala Dunia, dan kini melihat anak-anak mereka di panggung yang sama—Weah, Kluivert, Thuram, Simeone. Keluarga-keluarga ini telah menjalani seluruh hidup mereka di dunia sepak bola, dan kini menyaksikan kelanjutan warisan keluarga mereka. Emosi mengalahkan gol, penuh dengan hati yang tulus.
Diterjemahkan oleh AI.
Tanjung Verde
Chaves
Vozinha
FIFA World Cup
Semua Komentar (1)
6-17 18:12