CEO Manchester United Omar Berrada mengatakan, kegagalan Ruben Amorim tak berkaitan dengan bakatnya. Hanya saja Amorim terlalu keras kepala dengan taktiknya.

Manajer muda Portugal itu datang ke MU dengan reputasi sebagai salah satu juru taktik muda berbakat di Eropa. Amorim pernah mengantar Sporting CP memenangi empat piala domestik dalam empat tahun.

Namun, Amorim justru terjun bebas bersama Setan Merah. Di musim debutnya, MU-nya Amorim hancur lebur setelah finis ke-15 di Premier League 2024/2025, posisi terendah klub di liga selama lebih dari lima dekade.

Manchester United akhirnya memutuskan memberhentikan Ruben Amorim usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada awal Januari silam. Berrada memastikan, Amorim mesti dipecat karena menolak beradaptasi terkait taktik padahal sangat diperlukan.

"Bukan soal taktik atau bakat. Kekakuan," ucap Berrada dalam acara Financial Times Weekend, yang dilansir Mirror.

"Si pelatih kan datang di tengah-tengah musim tanpa menjalani pramusim untuk mempersiapkan, dan di bawah sorotan terus-menerus, dia terlalu berpegang teguh pada ide-idenya tepat pada saat adaptasi sangat penting."

Ruben Amorim meninggalkan Old Trafford setelah 63 pertandingan dengan 23 kemenangan, 18 seri, dan 21 kalah. Dengan hanya membukukan 38 persen kemenangan, Amorim jadi manajer permanen MU dengan persentase kemenangan terendah sejak Sir Alex Ferguson pensiun. Amorim kini meneruskan kariernya ke Italia dengan melatih AC Milan.