Tony Cascarino, seorang kolumnis The Times dan mantan pemain internasional Republik Irlandia, percaya bahwa meskipun Reece James pulih tepat waktu, Inggris harus terus memainkan Declan Rice sebagai bek kanan dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA mereka melawan Meksiko.

Cascarino menyatakan bahwa bek kanan adalah posisi paling bermasalah bagi Inggris di Piala Dunia FIFA kali ini. Reece James dan Quansah secara berurutan cedera, dan pengganti sementara Jadon Spence kesulitan melawan DR Kongo, menunjukkan performa yang tidak stabil.
Ia mencatat bahwa sayap kanan Inggris meningkat secara signifikan setelah Tuchel mengganti Spence dengan Eberechi Eze dan memindahkan Rice dari lini tengah ke bek kanan. Bahkan, ia sebelumnya pernah menyarankan di talkSPORT bahwa Rice bisa bermain sebagai bek kanan dadakan, sebuah pandangan yang menimbulkan banyak perdebatan saat itu, tetapi kini terbukti bukan tanpa dasar.
Cascarino percaya bahwa manajer Arsenal, Arteta, telah mencoba Rice di posisi ini musim ini, dan Tuchel juga telah mengadopsi pendekatan ini. "Jika Anda memikirkannya baik-baik, Rice bermain sebagai bek kanan sangatlah masuk akal."
Ia menyatakan bahwa Rice mampu bermain di berbagai posisi, termasuk gelandang bertahan (No. 6), gelandang tengah (No. 8), bek tengah, dan bek sayap, dan pemain top sejati memiliki kemampuan untuk beroperasi di berbagai peran. Ia juga mengutip contoh seperti Matthäus yang bermain sebagai bek tengah untuk Bayern di final Liga Champions 1999, dan Gerrard yang bermain sebagai bek kanan dadakan di perpanjangan waktu selama final Liga Champions 2005, keduanya tampil sangat baik.
Menurut Cascarino, Rice memiliki semua yang dibutuhkan untuk seorang bek kanan: kemampuan bertahan yang sangat baik, ketenangan dalam situasi satu lawan satu, kecepatan yang cukup, tidak mudah dilewati oleh pemain sayap, dan area jangkauan yang sangat luas, mampu dengan mudah melakukan lari yang ekstensif.
Selain itu, ia secara khusus menekankan chemistry antara Rice dan rekan setimnya di Arsenal, Saka. Rice mahir dalam memberikan dukungan di belakang pemain sayap, menawarkan opsi umpan ke belakang untuk Saka dan kemampuan untuk melakukan overlap dan memberikan umpan silang. Ia percaya bahwa permainan keseluruhan Inggris menjadi jauh lebih lancar ketika Rice, Saka, dan Eze, yang juga dari Arsenal, berada di sayap kanan, dan kerja sama antara ketiganya secara langsung berkontribusi pada gol penyama kedudukan tim.
Oleh karena itu, Cascarino menganjurkan bahwa meskipun Reece James fit untuk pertandingan sistem gugur melawan Meksiko, Rice harus terus menjadi starter sebagai bek kanan. Ia percaya bahwa James telah melewatkan dua pertandingan berturut-turut, membuat kebugaran pertandingannya sulit dijamin, dan risiko cedera kambuh masih ada.
Adapun pengaturan lini tengah, Cascarino menyatakan bahwa itu tergantung pada pendekatan taktis Tuchel. Jika Inggris ingin bermain lebih proaktif, Bellingham bisa berpasangan dengan Elliot-Anderson di lini tengah, dengan Morgan Rogers bermain sebagai gelandang serang, mirip dengan pertandingan sebelumnya melawan Panama.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Arsenal
Chelsea
Tottenham Hotspur
Inggris
Bayer Leverkusen
Meksiko
Tony Cascarino
Thomas Tuchel
Declan Rice
Reece James
Djed Spence
Jarell Quansah
FIFA World Cup
Semua Komentar