Pada 6 Juli, waktu Beijing (CEST), setelah tim nasional sepak bola Brasil kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia FIFA, yang mengakhiri perjalanan mereka, kapten Marquinhos menyatakan bahwa meskipun kekalahan itu menyakitkan, tim harus menatap siklus Piala Dunia FIFA yang baru dan memulai kembali untuk Piala Dunia FIFA 2030.

Kapten Brasil Marquinhos yakin bahwa tim telah memasuki tahap regenerasi yang krusial. Sebagai salah satu veteran dari skuad Piala Dunia FIFA 2018 dan 2022 yang masih bertahan di tim, ia secara sukarela mengambil tanggung jawab setelah pertandingan. "Sudah waktunya bagi kami untuk memperbarui skuad. Bagaimanapun, tim perlu bergerak maju dan membutuhkan pemain baru untuk bergabung."

"Tanggung jawab seharusnya ada pada saya. Sebagai kapten, dan sebagai veteran, kami harus bertanggung jawab atas kekalahan ini agar pemain muda dapat terus berkembang tanpa beban psikologis."

Marquinhos yang berusia 32 tahun juga meminta para penggemar untuk memberikan lebih banyak kesabaran dan dukungan kepada tim. "Mereka masih punya empat tahun untuk bekerja keras, semoga bisa meningkatkan diri, mempersiapkan diri untuk Piala Dunia FIFA berikutnya, dan meraih kesuksesan yang lebih besar."

Sementara itu, pertandingan ini juga menandai berakhirnya sebuah era bagi Brasil. Neymar kembali ke stadion tempat ia melakukan debutnya di tim nasional pada tahun 2010. Dalam sebuah wawancara setelah pertandingan, ia hanya meninggalkan sebuah kalimat yang penuh makna: "Saya sudah mencoba, saya benar-benar sudah mencoba. Sekarang sudah berakhir. Saya memulai di sini, dan saya mengakhirinya di sini."

Diterjemahkan oleh AI.

Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com