Saat Spanyol mendekati pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA melawan Prancis, Yamal juga membahas masalah tekanan dalam sebuah wawancara, menyatakan bahwa ayahnya harus mencari makanan di jalanan saat ia masih kecil, dan itulah tekanan yang sesungguhnya.

Sekarang, menghadapi lawan semifinal Prancis, semua mata kembali tertuju pada Yamal. Pemain sayap ini telah menjadi inti serangan paling penting bagi tim, memberikan penampilan yang menentukan melawan Belgia dan dinobatkan sebagai MVP pertandingan. Yamal mengatakan bahwa ia mendekati tahap akhir turnamen dengan tekad penuh: "Saya akan memberikan segalanya, saya ingin menang, dan saya akan melakukan yang terbaik untuk mencapainya."

Dalam program "El Larguero", Yamal ditanya bagaimana ia menghadapi perhatian konstan dari penggemar dan media.

Setiap kali Yamal, yang baru saja berusia 19 tahun, tampil di depan umum, ia dikelilingi oleh penggemar; anak-anak dan orang dewasa sama-sama ingin berfoto dengannya, menyapa, atau mendapatkan momen interaksi dekat.

Penyerang itu menyatakan bahwa ia mencoba mengakomodasi semua orang, tetapi ia juga mengakui bahwa adegan-adegan seperti itu terjadi berulang kali, memaksanya untuk belajar hidup berdampingan dengan pengaruh ini: "Saya tahu siapa saya, dan saya mengerti bahwa semua ini adalah bagian darinya."

Nada wawancara berubah ketika wartawan bertanya kepadanya bagaimana ia mengatasi tekanan ketenaran di usia muda. Yamal memberikan jawaban yang sangat jujur dan mengesankan: "Ayah saya harus mencari nafkah sendiri, mencari makanan dari jalanan untuk dibawa pulang. Itulah yang disebut tekanan. Saya hanya perlu bermain sepak bola dan membuat rakyat Spanyol bahagia."

Diterjemahkan oleh AI.

Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com