Pep Guardiola mengaku sedang tak rindu melatih usai meninggalkan Manchester City. Ia ingin melakukan hal lain di luar sepakbola serta menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sejak menjalani debut manajerial pada 2007 bersama Barcelona B, Guardiola nyaris tak pernah istirahat. Ia naik ke tim utama Barca pada 2008 dan bertahan pada 2012. Ia lalu menepi selama setahun sebelum menerima tawaran Bayern Munich pada 2013.

Setelah tiga tahun di sana, Guardiola pindah ke City pada 2016 dan bertahan sampai 10 tahun. Total 18 dari 19 tahun terakhir telah ia habiskan sebagai seorang pelatih sebuah klub.

Oleh sebab itu, Guardiola hendak rehat sejenak dari sepak bola. Ia mengaku butuh 'rasa rindu' sebelum memutuskan kembali sebagai pelatih, dan saat ini hal itu tidak ada.

"Secara mental saya tak merasa melewatkan apapun. Saya mulai melatih saat berusia 37 tahun dan segala hal dalam hidup saya terhubung dengan sepak bola. Sekarang saya ingin menemukan hidup dan bahagia melakukan hal-hal yang tak terkait dengan sepak bola," ujar Guardiola, dikutip dari Football Italia.

"Saya menyukai pekerjaan saya, namun ada masa ketika Anda merasa perlu istirahat. Mungkin suatu hari saya akan bangun dan berkata, "Oke, saya ingin melatih lagi. Saya perlu merasa rindu, dan sekarang saya tidak merasa demikian."

"Saya mencoba memahami akan seperti apa hidup saya. Saya memutuskan berhenti karena saya ingin merawat diri saya lebih baik. Saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak saya dan ayah saya, yang masih hidup dan berusia 95 tahun sekarang."

"Saya sendiri sudah 56 tahun sekarang, tak lagi muda, jadi perspektif pun berubah. Saya masih menyesuaikan diri dengan babak baru ini, namun hal itu berjalan baik," tegasnya.

Guardiola sempat dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Italia yang kosong selepas mundurnya Gennaro Gattuso. Namun setelah mendengar jawaban di atas, tampaknya posisi itu takkan diisi olehnya.