Dalam wawancara dengan Marca, legenda Brasil Kaká mengenang pengalamannya di Piala Dunia FIFA 2002, berbagi bagaimana para pemain merasakan atmosfer final Piala Dunia FIFA pada tingkat emosional, memberikan nasihat kepada Yamal, dan sangat memuji profesionalisme dan kondisi mental Messi.

Dua puluh empat tahun telah berlalu sejak Brasil mengangkat trofi Piala Dunia FIFA di Yokohama, tetapi Kaká masih dengan jelas mengingat momen yang mengubah hidup itu. Dia menekankan bahwa itu bukan gol atau performa kunci, tetapi perasaan menyentuh trofi Piala Dunia FIFA itu sendiri.
Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Adidas, Kaká berkata: "Mengangkat trofi Piala Dunia FIFA adalah momen paling emosional dalam hidup saya. Itu adalah anugerah yang mengubah hidup dan karier saya. Saya hidup bersama para pemain terbaik dunia selama 52 hari dan belajar dari mereka."
Bagi Kaká, itu bukan hanya sebuah kenangan, tetapi puncak dari perjalanan panjang. Dari menyaksikan Brasil menang pada tahun 1994 sebagai seorang anak, hingga mengalami kekalahan final pada tahun 1998 sebagai seorang remaja, hingga menjadi anggota skuad juara pada tahun 2002 pada usia 20 tahun, pengalaman ini membentuk kariernya. Kaká menyatakan: "Setiap Piala Dunia FIFA mengingatkan saya betapa istimewanya turnamen ini. Sangat sulit untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA, dan hanya sedikit pemain yang memiliki kesempatan untuk berdiri di panggung final Piala Dunia FIFA."
Kaká memiliki waktu bermain yang terbatas selama Piala Dunia FIFA 2002, tetapi dia hampir tampil di final melawan Jerman. Pelatih Scolari telah menyuruhnya bersiap untuk masuk sebagai pemain pengganti, dan dia menunggu di pinggir lapangan selama beberapa menit, tetapi tidak pernah ada situasi bola mati dalam pertandingan tersebut.
Kaká mengingat: "Scolari menyuruh saya bersiap-siap untuk masuk. Saya menunggu di pinggir lapangan selama lima hingga tujuh menit, tetapi bola tidak pernah keluar dari permainan. Di akhir pertandingan, saya hanya punya waktu untuk kembali ke bangku cadangan, mengambil bendera saya, dan kemudian mulai merayakan."
Kaká tidak melihat pengalaman ini sebagai penyesalan; sebaliknya, ia percaya bahwa Piala Dunia FIFA itu sepenuhnya mengubah pemahamannya tentang sepak bola. Kaká berkata: "Itu adalah hadiah yang mengubah hidup dan karier saya. Saya hidup bersama para pemain terbaik dunia selama 52 hari dan belajar dari mereka. Anda mengalami berbagai emosi seperti antisipasi, ketakutan, dan kecemasan, dan Anda harus belajar untuk menjaga semua emosi ini tetap seimbang."
Untuk para pemain yang akan melangkah ke panggung final, ia memberikan nasihat sederhana dan langsung. Kaká berkata: "Lakukan yang terbaik, berikan 100%. Perasaan terburuk setelah pertandingan adalah berpikir bahwa Anda bisa melakukan lebih banyak."
Saat berbicara tentang final antara Spanyol dan Argentina, Kaká percaya bahwa kedua tim memiliki jalur yang sangat berbeda menuju final.
Kaká berkata: "Spanyol melaju ke final dengan sangat kuat. Di awal turnamen, banyak orang tidak terlalu mengunggulkan mereka, tetapi mereka memiliki perjalanan yang brilian ke final dan menyingkirkan Prancis dengan performa tingkat tinggi."
Berbicara tentang Argentina, Kaká menekankan semangat juang mereka yang gigih.
Kaká berkata: "Mereka tidak pernah menyerah, mereka selalu terus berjuang. Mereka membuktikannya melawan Tanjung Verde, Mesir, dan Inggris. Semangat pantang menyerah ini sangat istimewa."
Di antara banyak pemain, Kaká secara khusus menyebut Yamal. Kaká berkata: "Dia baru berusia 19 tahun, tetapi dia bisa menjadi juara Piala Dunia FIFA pada hari Senin. Ini bisa sepenuhnya mengubah karier dan kehidupan pribadinya."
Selain itu, Kaká juga berbicara tentang profesionalisme Messi. Kaká berkata: "Messi telah memenangkan segalanya, termasuk Piala Dunia FIFA. Tetapi melihatnya masih bermain seperti ini pada usia 39, dan masih memiliki motivasi untuk bersaing, itu sendiri merupakan inspirasi. Ini bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam hidup. Dia adalah orang dengan pola pikir yang sangat kuat. Banyak orang, setelah mencapai semua tujuan mereka, akan sedikit menurunkan standar mereka, tetapi dia tidak. Dia masih berusaha untuk lebih, masih berusaha untuk berkembang. Ini sangat memotivasi saya."
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Argentina
Brasil
Barcelona
Spanyol
Lionel Messi
Kaká
Inter Miami
Lamine Yamal
FIFA World Cup
Semua Komentar (5)
Hari ini 08:38
Hari ini 08:28
Hari ini 05:02
Hari ini 05:00