Menurut media Spanyol ElDesmarque, pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente, dalam sebuah wawancara dengan Rafa Mainez, menanggapi pertanyaan mengenai final Piala Dunia FIFA yang akan datang, pengalaman kepelatihannya pribadi, dan topik "tato setelah memenangkan kejuaraan" yang diangkat oleh pemain seperti Cucurella.

Berbicara tentang final Piala Dunia FIFA 2026 yang akan datang, sebuah pertandingan yang dapat menjadi momen penting dalam karier kepelatihannya, De la Fuente mengatakan bahwa ia memikirkan kerabat yang telah meninggal sebelum pertandingan. De la Fuente berkata: "Saya sama sekali tidak takut menangis. Saya pertama kali memikirkan mereka yang sudah tidak bersama kita lagi, terutama orang tua saya dan kakak laki-laki saya."

Saat membahas pengalamannya yang panjang melatih berbagai tim nasional muda Spanyol dan pandangannya tentang para pemain, De la Fuente menekankan kepercayaannya pada pemain binaan sendiri. De la Fuente menyatakan: "Saya selalu menghargai pemain binaan sendiri. Saya yakin pemain terbaik di dunia adalah pemain Spanyol."

Sebelumnya, Cucurella dan beberapa pemain lain menyatakan bahwa jika Spanyol memenangkan Piala Dunia FIFA, mereka akan menato wajah De la Fuente pada diri mereka. De la Fuente juga menanggapi hal ini. De la Fuente berkata sambil tersenyum: "Saya benar-benar kasihan pada mereka, sayang sekali."

Ketika ditanya bagaimana ia akan merayakan jika Spanyol memenangkan trofi Piala Dunia FIFA kedua dalam sejarah, De la Fuente memberikan jawabannya. De la Fuente berkata: "Saya akan dengan tenang menikmati semuanya, menikmati momen unik ini."

Saat berbicara tentang pidatonya di ruang ganti sebelum final, De la Fuente mengungkapkan bahwa ia tidak akan menggunakan pendekatan yang terlalu emosional, melainkan lebih memilih ekspresi yang ringkas dan lugas. De la Fuente berkata: "Saya mencoba meremehkan drama dari kesempatan ini. Apa yang bisa kita kendalikan? Kalau begitu mari kita lakukan apa yang seharusnya kita lakukan, dan lakukan hal-hal yang telah membawa kita ke posisi kita sekarang."

Mengenang karier kepelatihannya, De la Fuente mengakui bahwa itu tidak mudah, tetapi ia selalu menekankan kerja keras dan dedikasi. De la Fuente berkata: "Saya tidak ingin menjadi guru siapa pun, pun tidak ingin menjadi panutan siapa pun. Ketika Anda memberikan yang terbaik, bekerja keras, menghabiskan seluruh waktu Anda, dan tidak pernah menyerah, pintu-pintu baru biasanya terbuka untuk Anda."

Diterjemahkan oleh AI.

Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com