Menurut Goal.com, Presiden UEFA Ceferin melewatkan final Piala Dunia FIFA sebagai bentuk protes atas penangguhan larangan Balogun oleh FIFA.

Penyerang AS Balogun sudah terlibat kontroversi sebelum kekalahan tim AS dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia FIFA.

Penyerang Monaco itu diganjar kartu merah karena melanggar Muharemovic dalam kemenangan AS 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina di Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA.

Menurut peraturan, Balogun seharusnya diskors untuk pertandingan berikutnya melawan Belgia. Namun, Presiden AS Trump campur tangan dan berbicara langsung dengan Presiden FIFA Infantino.

FIFA kemudian menangguhkan pelaksanaan hukuman ini selama 12 bulan, berdasarkan Pasal 27 Kode Disipliner.

Menurut The Times of London, insiden ini memiliki efek berantai: Ceferin, yang masih terganggu oleh insiden Balogun, memutuskan untuk memboikot final Piala Dunia FIFA, yang merupakan salah satu alasan utama ketidakhadirannya dalam pertandingan tersebut.

Menurut media Inggris tersebut, hubungan antara UEFA dan FIFA tetap tegang setelah turnamen. Ceferin juga tidak puas dengan penolakan otoritas AS untuk mengizinkan wasit Somalia Omar Artan masuk ke negara tersebut.

Artan kemudian ditunjuk untuk memimpin Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa pada bulan Agustus tahun ini.

Penanganan FIFA yang dianggap salah dalam urusan Iran juga membuat UEFA marah. UEFA juga menentang beberapa penyesuaian aturan permainan oleh FIFA, termasuk pengenalan jeda pendingin dan interval babak pertama yang diperpanjang di final karena acara hiburan.

Ceferin sebelumnya menghadiri pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, dan kemudian mengkritik strategi penetapan harga dinamis FIFA untuk penjualan tiket.

Diterjemahkan oleh AI.

Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com