Manchester United limbung setelah ditinggal Sir Alex Ferguson. Enzo Maresca percaya diri, Manchester City tidak akan bernasib serupa selepas era Pep Guardiola.

Setelah sukses dan konsisten selama 26 tahun di bawah Ferguson, MU kesulitan usai si manajer legendaris pensiun pada 2013. Tak sekadar belum juara Premier League lagi, MU bahkan cuma enam kali finis empat besar selama 13 tahun terakhir.
Pada prosesnya, Setan Merah menunjuk tujuh manajer permanen tapi tidak ada yang bertahan lebih dari tiga musim.
Di seberang kubu, Manchester City dan Guardiola berpisah setelah 11 tahun. Guardiola pergi setelah mempersembahkan 20 trofi kompetisi utama, termasuk enam titel Premier League dan sekali Liga Champions. Maresca, yang pernah jadi assistennya, ditunjuk sebagai manajer Man City yang baru mulai musim depan.
Menggantikan Pep Guardiola di Man City, jelas akan jadi tantangan besar bagi Enzo Maresca. Namun, Maresca yakin kesolidan Man City sebagai klub akan mencegah klub terpuruk seperti Manchester United.
"Saya menganggap Pep itu pelatih terbaik di dunia dalam 20-25 tahun, jadi ini adalah sebuah tantangan," ungkap dia di Mirror. " Ini menyenangkan, ini adalah sebuah privilese sekaligus sejarah manajer yang telah bertahun-tahun berada di klub yang sama selalu sedikit kesulitan, seperti setelah Sir Alex."
"Ini adalah sebuah tantangan besar untuk semua orang. Namun, saya pikir organisasinya adalah hal yang utama. Klub ini kan punya tiga manajer dalam 17 tahun."
"Ini tidak wajar, ini tidak sering-sering terjadi jadi ini adalah salah satu hal mengapa saya percaya diri kami bisa melakukan pekerjaan yang hebat, dan terus melakukan pekerjaan yang telah dilakukan dalam 14 atau 15 tahun," lugas Enzo Maresca.
Manchester City
Enzo Maresca
Pep Guardiola
Semua Komentar