Klub Belanda Fortuna Sittard merilis jersey away (tandang) untuk musim baru 2026/2027. Ada makna iman mendalam pada seragam Justin Hubner cs.

Jersey tandang baru Fortuna Sittard dirilis Minggu (27/7/2026). 2 Bintang Timnas Indonesia yang bermain di sana Justin Hubner dan Ole Romeny jadi salah satu model perilisannya.
Dalam video perilisan terlihat Hubner dan Romeny memakai jersey baru Fortuna Sittard berwarna merah marun. Para pemain juga membawa dan menaburkan bunga mawar di sebuah taman asri.
Ada yang menarik dalam jersey away Fortuna Sittard. Pada bagian leher belakangnya tersemat gambar seorang perempuan dengan setelan biarawati, plus lingkaran cahaya atau 'halo' di kepalanya.
Perempuan pada gambar di jersey Fortuna Sittard merujuk kepada Santa Rosa dari Lima. Dia adalah orang kudus dalam tradisi Gereja Katolik yang berasal dari Peru pada 1586-1617.
Santa Rosa dari Lima merupakan perawan dan awam Dominikan yang mempersembahkan hidup dan penderitaannya kepada Yesus Kristus. Selama 31 tahun hidupnya, Rosa dari Lima memegang teguh kaul kesucian, berdoa dan berpuasa, serta melayani kaum miskin dan tertindas di Peru.
Perjalanan iman dan pelayanan Rosa dari Lima di Peru dinilai kudus oleh Gereja Katolik. Dia dibeatifikasi pada 1668 dan diangkat sebagai santa (orang kudus) pada 1671.
Pada masa beatifikasi Rosa dari Lima, Kota Sittard di Belanda dihantam wabah pes dan disentri. Beberapa biarawan Dominikan menyarankan untuk mengangkat Rosa dari Lima sebagai pelindung Sittard, serta meminta doa perantaraan darinya selama wabah mematikan tersebut.
Saran para biarawan Dominikan diterima Dewan Kota Sittard yang mengangkat Rosa dari Lima sebagai pelindung kota mereka tahun 1669. Ajaibnya, wabah pes dan disentri musnah dari Sittard tanpa membunuh warga setahun berikutnya.
Peristiwa kesembuhan itu dimaknai sebagai mukjizat dan tanda kekudusan Santa Rosa dari Lima. Kota Sittard menunjukkan rasa syukur dengan membangun Sint Rosakapel (Kapel Santa Rosa) yang dibuka pada 1675.
Festival Santa Rosa digelar tahunan oleh masyarakat Sittard di Sint Rosakapel sejak 1675 hingga sekarang. Puncak acara berlangsung pada akhir pekan terakhir bulan Agustus.
"Warna merah anggur yang pekat merujuk langsung pada simbolnya: mawar. Pola mawar yang halus juga tercermin dalam desain jersey. Seragam ini mencerminkan kekayaan sejarah Santa Rosa dan ikatan khusus antara santa pelindung dan Kota Sittard," Fortuna Sittard menuliskan.
"Font unik untuk nama dan nomor, sepenuhnya terinspirasi oleh arsitektur Kapel Santa Rosa. Duri-duri yang mengelilingi nomor melengkapi desain dan menciptakan tampilan yang tangguh dan khas."
Apa yang ditunjukkan Fortuna Sittard bisa dibilang menarik. Ketika Eropa, khususnya Belanda, tengah digempur sekularisme, klub berjuluk Fortunezen ini justru tak ragu memamerkan sejarah dan identitas iman dalam seragam mereka.
Fortuna Sittard
Justin Hubner
Semua Komentar