Al Nassr tengah dihantam krisis finansial dan memiliki utang mencapai Rp3,9 triliun. Langkah-langkah mendesak diambil sang juara bertahan Saudi Pro League.

Puasa gelar Liga Arab Saudi Al Nassr berhasil dituntaskan musim lalu. Cristiano Ronaldo cs sukses menjadi kampiun Saudi Pro League dengan mengalahkan rivalnya Al Hilal.

Kesuksesan Al Nassr merengkuh gelar liga meninggalkan masalah finansial. Media Arab Saudi Al Riyadiyah menyebut utang Al Nassr saat ini berada di angka 800 juta riyal (sekitar Rp3,9 triliun), seluruhnya berasal dari keputusan keuangan yang dibuat selama musim terakhir.

Krisis finansial membuat Al Nassr tak bisa merekrut pemain baru untuk musim 2026/2027. Public Investment Fund (PIF) selaku pemilik klub mengambil langkah-langkah mendesak guna mengatasi masalah ini.

PIF mengidentifikasi 3 langkah utama menyelamatkan klub dari krisis finansial. Hal pertama yang dilakukan adalah membatasi beberapa kekuasaan keuangan manajemen eksekutif di dalam perusahaan klub.

Langkah kedua yakni perekrutan firma keuangan dan hukum independen untuk meningkatkan pendapatan komersial dan merampingkan pengeluaran, guna meningkatkan keberlanjutan keuangan Al Nassr. Ketiga, mempertimbangkan tawaran dari calon pembeli The Global Club.

PIF kabarnya sedang mempertimbangkan 2 tawaran serius untuk berinvestasi di Al Nassr. Preferensi utamanya yakni akuisisi sebagian daripada pembelian penuh klub.

Langkah-langkah di atas bertujuan menjaga nilai finansial, nilai penggemar, dan nilai pemasaran klub. Ketiganya juga mencegah akumulasi utang lebih lanjut, serta memperkuat kepatuhan terhadap praktik tata kelola yang telah ditetapkan.