Pelatih anyar Timnas Italia Roberto Mancini turut menyoroti minimnya kesempatan para pemain muda lokal untuk tampil di level tertinggi. Ia berharap ada jalan untuk bisa mengatasi itu, sehingga muncul lebih banyak pemain bintang di masa depan. Italia dikenal cukup berprestasi di ranah kelompok umur. Terbaru, timnas U-17 berhasil menjadi juara Eropa pada Juni silam. Namun jika berbicara ke level senior, kondisinya justru jomplang.

Meski memenangi Piala Eropa pada 2021 silam, namun sudah 12 tahun berlalu sejak Italia terakhir tampil di Piala Dunia. Gagal lolos di tiga edisi terakhir membuat banyak generasi muda tak pernah merasakan negara mereka berlaga di pentas akbar tersebut.

Salah satu yang disorot adalah minimnya para pemain lokal di klub-klub Serie A, termasuk nama-nama besar seperti Juventus dan AC Milan. Para pemain muda yang bersinar di kelompok umur gagal terserap dengan baik karena kurangnya kepercayaan.

Keinginan untuk 'langsung juara' membuat para pemain muda jarang diberi kesempatan menunjukkan potensi oleh klub-klub besar itu. Mereka sering disekolahkan ke tim-tim Serie B dan C demi 'menambah jam terbang'.

Kondisi ini berbeda dengan negara-negara kuat lain. 11 dari 26 pemain Spanyol saat memenangi Piala Dunia 2026 berusia 25 tahun atau kurang. Kylian Mbappe sudah memenangi Piala Dunia bersama Prancis sebelum 20 tahun. Jude Bellingham sudah jadi andalan Inggris sejak 2022 dan usianya kini baru 22 tahun.

Mancini memahami realitas sepak bola Italia saat ini. Ia berharap ada perubahan.

"Kami memiliki pemain-pemain bagus di Italia, kami harus memberi mereka waktu dan kesabaran untuk berkembang. Hanya tiga bulan saja bisa membuat perbedaan besar. Ketika kami memanggil (Nicolo) Zaniolo, dia bahkan belum pernah bermain di Serie A sebelumnya. Dia kesulitan di panggilan pertamanya, tetapi setelah tiga bulan dia menjadi pemain yang berbeda. Saya pikir ada banyak pemain seperti dia yang berbakat dan perlu diberi kesempatan untuk berkembang," ujar Mancini pada Rabu (29/7).

"Saya pikir kami bisa menemukan sejumlah pemain muda dan membantu mereka berkembang. Jika kami memiliki beberapa pemain bagus, kami bisa menyatukan mereka dan membuat mereka bermain dengan baik."

"Saya pikir persentase pemain asing dan Italia di Serie A kurang lebih sama sekarang seperti 4-5 tahun yang lalu. Yang bisa kami lakukan adalah membuat pemain muda lebih sering bermain dengan pemain yang lebih tua, sehingga mereka berkembang lebih cepat. Selain itu, jika pemain Italia yang kuat pergi ke Premier League dan main rutin, itu hal yang baik, itu meningkatkan level mereka."

"Tujuan kami adalah untuk membuat Timnas Italia kembali menang, karena itulah yang terpenting dalam sepak bola. Masalah akan berlalu jika kami berhasil menang. Saya hanya berharap lebih banyak pemain lokal yang bermain sehingga kami memiliki lebih banyak pilihan, memungkinkan pemain kami untuk berkembang dengan cepat dan menjadi pemain hebat, karena mereka memiliki kualitas."

"Jude Bellingham memiliki potensi ketika saya membicarakannya, tetapi kemudian dia bermain untuk Real Madrid dan justru berkembang. Saya hanya berharap bakat-bakat kami dapat diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang, tetapi potensi itu ada," jelas Mancini.