Inter Milan berhati-hati dalam merekrut pemain sayap kanan. Pelatih Simone Inzaghi pernah menyatakan bahwa "orang yang tepat harus dipilih," dan Diaby saat ini adalah kandidat ideal.

Menurut La Gazzetta dello Sport, selama jendela transfer musim panas, Inter Milan menghadapi tantangan di posisi sayap kanan, tetapi tim tidak pernah kehilangan identitasnya. Mengandalkan kedalaman skuad yang ada, mereka berhasil mengatasi kesulitan yang ditimbulkan oleh ketiadaan pemain kaliber tertentu, tanpa terburu-buru atau panik mengenai posisi tersebut. Dalam merespons situasi ini, Inzaghi membuat penyesuaian—menempatkan Andy Diouf di sayap kanan selama pramusim. Pengaturan ini membawa hasil positif sekaligus menunjukkan keterbatasan dari pemain yang tidak berada di posisi alaminya. Namun, kepentingan Inter Milan selalu didahulukan, sehingga tim terus berkembang melalui proses ini. Meskipun demikian, posisi sayap kanan masih perlu menemukan kandidat yang cocok, dan Inzaghi serta klub telah bekerja keras untuk itu.
Kini, targetnya adalah pemain sayap Prancis yang lebih ofensif daripada defensif: Diaby. Dia saat ini adalah kandidat ideal Inter Milan, karena dari sudut pandang teknis, dia dapat membawa nilai tambah bagi tim yang menginginkan gaya bermain lebih vertikal dan agresif. Dalam hal pendekatan ofensif, Inzaghi kini tidak berkompromi. Tim perlu melakukan pressing tinggi dan menyerang untuk mengendalikan permainan—baik di Serie A maupun kompetisi Eropa. Visinya jelas, dan target yang diinginkan sebagian besar telah teridentifikasi. Tersisa dua minggu hingga awal musim baru, namun hanya sedikit lebih dari tiga minggu hingga jendela transfer ditutup. Masih ada waktu, dan Inter Milan memiliki kehati-hatian strategis yang membuat klub tetap waspada terhadap setiap peluang potensial hingga 1 September.
Ada dua alasan utama mengapa Inter Milan begitu berhati-hati. Yang pertama adalah historis, dan yang kedua lebih terkini. Pertama, Inter Milan tidak lupa bahwa pada Januari tahun ini, setelah mendapatkan persetujuan dari pemain (Diaby sudah memiliki rencana untuk meninggalkan Al-Ittihad), perlawanan dari klub Saudi menyebabkan kesepakatan yang seharusnya memuaskan semua pihak gagal. Bernegosiasi dengan pihak Saudi saat ini sama sulitnya dengan enam atau tujuh bulan lalu. Inter Milan juga mencoba memasukkan pemain sebagai bagian dari tawar-menawar (yaitu Asllani, yang tidak lagi masuk dalam rencana mereka), tetapi respons dari Jeddah tetap tidak responsif. Ini karena Bayer Leverkusen juga bersaing untuk mendapatkan Diaby—yang merupakan mantan klub pemain tersebut—dan mereka belum menyerah, siap bergerak kapan saja untuk membawa kembali pemain sayap Prancis yang mereka jual ke Aston Villa tiga tahun lalu. Dalam situasi seperti itu, Inter Milan akan terus berusaha. Situasinya masih berkembang, persaingan tetap ketat, tetapi Inter Milan berada di tengah-tengahnya.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Bayer Leverkusen
Inter Milan
Al-Ittihad
Moussa Diaby
Semua Komentar