Menyusul kontroversi baru-baru ini seputar meninggalnya legenda AC Milan, Baresi, media Italia TuttoMercatoWeb menerbitkan sebuah artikel yang membahas mengapa Ibrahimovic tidak berduka secara terbuka.

Saat menghadapi kematian dan kehilangan, Ibrahimovic selalu menjaga sikap yang sangat pribadi. Ia menolak duka publik yang bersifat pertunjukan, dan memilih memendam rasa sakitnya jauh di dalam. Pertahanan emosional ini berasal dari pelindung psikologis yang ia bangun sejak kecil.
Di mata publik, Ibrahimovic dikenal dengan citranya yang arogan, tangguh, dan tampak tak terpatahkan, namun di balik penampilan ini, ia menyembunyikan luka mendalam yang ditinggalkan oleh kehilangan orang-orang terkasih. Pria Swedia ini selalu memilih untuk menghadapi pukulan besar dalam hidup ini secara diam-diam.
Menghormati seseorang juga termasuk menghormati caranya menghadapi rasa sakit. Kontroversi baru-baru ini seputar meninggalnya legenda AC Milan, Baresi, seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyerang Ibrahimovic. Pilihannya harus disambut dengan keheningan dan rasa hormat.
Kehilangan saudaranya Sapko (2014)
Pada tahun 2014, saudara Ibrahimovic, Sapko, meninggal dunia karena leukemia mendadak pada usia 41 tahun. Ini adalah pukulan terberat dalam hidup Ibrahimovic.
Ibrahimovic menceritakan pengalaman ini secara detail dalam otobiografinya "Adrenaline," yang mencakup banyak detail menyentuh:
Momen-momen terakhir:
Ibrahimovic menemani saudaranya di rumah sakit selama momen-momen terakhirnya. Ia mengenang bahwa saudaranya berhenti bernapas tepat di depannya, seolah-olah ia telah menunggu kedatangannya.
Pecahnya emosi:
Menghadapi jenazah saudaranya, Ibrahimovic merasakan rasa ketidakberdayaan yang total. Tubuhnya yang kuat dan kekayaannya tidak dapat mengubah apa pun di hadapan penyakit.
Tradisi Slavia dan ayahnya:
Pemakaman dilakukan sesuai dengan ritus Muslim, dan Ibrahimovic secara pribadi menyekop tanah untuk menutupi peti mati. Ia juga berbicara tentang reaksi ayahnya, Sefik: ayahnya tidak meneteskan air mata sedikit pun di depan orang lain, tetapi keesokan harinya, setelah pergi ke pemakaman sendirian, ia benar-benar hancur dan menangis.
Pengalaman ini sangat memengaruhi cara Ibrahimovic menghadapi kesedihan di kemudian hari.
Kehilangan teman-teman penting: Thijs Slegers dan Mino Raiola
Dalam beberapa tahun berikutnya, Ibrahimovic mengalami kepergian orang-orang penting lainnya dalam hidupnya.
Thijs Slegers:
Jurnalis Belanda ini membantu Ibrahimovic selama masa-masa sulit awalnya di Ajax dan meninggal pada tahun 2023.
Dalam panggilan video sebelum kematian Slegers, Ibrahimovic secara tidak biasa meneteskan air mata di depan umum, menyebutnya "satu-satunya teman sejatinya" di awal karirnya.
Mino Raiola:
Pada tahun 2022, agen dan mentor Ibrahimovic, Raiola, meninggal dunia, yang sangat memengaruhinya.
Raiola bukan hanya agennya, tetapi lebih seperti ayah kedua dan mentor spiritual.
Kepergian Raiola juga mempercepat keputusan Ibrahimovic untuk mengakhiri karir profesionalnya, karena ia kehilangan orang yang telah lama memberinya dukungan emosional dan dorongan profesional.
Filosofi Keheningan dan Kontroversi Terbaru
Ibrahimovic tidak menyetujui "duka media sosial" atau duka publik yang diformalkan.
Ia percaya bahwa duka sejati berada dalam ranah pribadi, bukan untuk ditampilkan di depan umum.
Pendekatan ini terkadang menyebabkan ketidakpuasan publik.
Misalnya, pada Agustus 2026, setelah meninggalnya legenda AC Milan, Franco Baresi, Ibrahimovic awalnya tidak memposting pesan belasungkawa publik, yang memicu kritik dari beberapa penggemar AC Milan yang merasa bahwa keheningan manajemen klub tidak sopan.
Namun, mereka yang mengenal Ibrahimovic memahami bahwa ia lebih memilih komunikasi pribadi dan langsung dengan keluarga almarhum, daripada menunjukkan kesedihan di platform sosial.
Bagi Ibrahimovic, keheningan tidak berarti ketidakpedulian; itu adalah caranya melindungi emosinya dan mengatasi kehilangan.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Milan
Zlatan Ibrahimović
Franco Baresi
Mino Raiola
Tutti i commenti