Pep Guardiola mengalami masalah psikologis mendekati periode akhir bersama Manchester City. Dia ternyata menderita karena bercerai dengan sang istri, Cristina Serra.

Sisi tersebut terungkap melalui dokumenter A Beautiful Obsession, yang menyoroti kehidupan Guardiola selama menjalani masa-masa penuh tekanan bersama Manchester City. Film dokumenter tersebut resmi tayang di Amazon Prime pada 19 Agustus 2026.
Salah satu bagian paling emosional dalam dokumenter tersebut adalah kisah mengenai berakhirnya Guardiola dengan Cristina Serra, perempuan yang telah mendampinginya selama lebih dari tiga dekade.
Guardiola dan Cristina mulai menjalin hubungan pada 1994 sebelum akhirnya menikah pada 2014. Mereka memiliki tiga anak. Keduanya kemudian berpisah pada akhir 2024, sebuah kabar yang baru diketahui publik pada Januari 2025.
Dalam dokumenter tersebut, Guardiola memperlihatkan bagaimana persoalan rumah tangga turut menjadi bagian dari pergulatan emosionalnya. Kepada para pemainnya, ia bahkan mengungkap pengalaman pribadi tersebut dalam sebuah momen emosional setelah Manchester City mengalami kekalahan 0-2 dari Juventus pada Desember 2024 di Liga Champions.
"Aku ingin mengungkapkan sesuatu kepada kalian. Aku telah berpisah dari wanita tercantik di muka bumi, istriku atau mantan istriku. Aku mencintainya dengan cinta yang tak terlukiskan, tetapi kami kehilangan gairah," kata Guardiola kepada para pemain Man City.
"Apakah aku mencintainya? Ya, tentu saja. Dan apakah ia mencintaiku? Ya. Tetapi kami kehilangan gairah. Bagaimana kalian bermain sepakbola? Kalian bermain dengan dorongan sesuatu yang bersumber dari dalam. Di mana gairah itu? Dalam hidup kalian, apa pun yang kalian lakukan, lakukanlah dengan gairah. Aku tidak hanya menginginkan pemain yang bagus, tetapi aku menginginkan pemain yang memiliki gairah," sambungnya.
Sebelum pengakuan tersebut, Guardiola juga menjadi sorotan terkait kondisi goresan di kepala dan hidungnya usai hasil imbang dramatis 3-3 melawan Feyenoord di Liga Champions pada November 2024. Hal itu ternyata bagian dari guncangan dari kondisi psikologisnya.
Meski Guardiola tidak mengakui bahwa masalah pribadi memengaruhi kemampuannya dalam menjalankan pekerjaannya, Manel Estiarte, salah satu anggota paling senior di staf teknisnya, berbicara tentang kekhawatiran para pemain terhadap perubahan yang terjadi pada perilaku pelatih asal Spanyol itu.
"Saya belum pernah masuk ke ruang ganti untuk berbicara dengan para pemain... hanya sekali. Mereka khawatir karena Pep gugup, sedih, berbeda, dan saya satu-satunya yang tahu alasannya. Saya memberi tahu mereka: Kalian sedang melihat seorang manusia. Dia sedang mengalami proses perceraian," ucap Manel Estiarte.
Manchester City
Pep Guardiola
Tutti i commenti