Pelatih Inter Milan,Cristian Chivu, sempat ketar-ketir karena timnya tertinggal dua gol lawan Udinese. Chivu tapi akhirnya lega karena Inter bisa comeback.

Inter meraih kemenangan 5-3 atas Udinese di Guiseppe Meazza pada laga lanjutan Serie A, Selasa (15/92026). Si Ular sempat tertinggal dua gol di awal laga. Dua gol Zebra Kecil lahir dari James Abankwah di menit ke-9 dan Juergen Ekkelenkamp di menit ke-16.
Inter bangkit menyetarakan angka dari gol indah Carlo Augusto di menit ke-26 dan Nicolo Barella di menit ke-35.La Beneamata bikin tiga gol selepas jeda untuk balik memimpin.
Tiga gol Nerazzurri di babak kedua dibuat oleh Marcus Thuram menit ke-57, Pio Esposito menit ke-67, dan Ange-Yoan Bonny pada menit ke-79. Udinese hanya bisa menipiskan ketinggalan di menit akhir laga dari gol Idrissa Gueye.
Kemenangan ini membawa Inter ke peringkat kedua dengan 12 angka. Poin mereka sama AS Roma di puncak klasemen tapi kalah selisih gol.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengaku sempat ketar-ketir karena timnya harus tertinggal dengan cepat. Apalagi, Udinese juga berani meladeni permainan terbuka Si Ular.
Chivu harus mengambil risiko untuk bermain lebih menyerang. Keputusan Chivu berbuah jitu dengan Nerazzurri bisa comeback. Meski menang, ia menilai anak asuhannya masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki.
"Jika saya tidak bilang saya khawatir, berarti saya bukan pelatih. Ini adalah sepak bola modern; intensitasnya sangat tinggi, lawan berani meladeni permainan kami, dan saya menyukai gaya bermain seperti ini, meskipun itu berarti harus mengambil risiko," ujar Chivu dikutip dari Football Italia.
"Saya sangat menyukai gol penyama kedudukan menjadi 2-2 yang bermula dari keberhasilan merebut kembali bola dengan cepat. Kami tidak sempurna; kami sadar masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ada aspek-aspek yang perlu kami perbaiki," jelasnya.
インテル
ウディネーゼ
クリスティアン・キヴ
ニコロ・バレッラ
すべてのコメント