Menurut Mundo Deportivo, Navas mengungkapkan pengalamannya selama salah satu malam pasar transfer Real Madrid yang paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Sesuai rencana awal, penjaga gawang asal Kosta Rika itu seharusnya pergi dalam kesepakatan yang akan membawa De Gea dari Manchester United ke Real Madrid, tetapi pertukaran ini gagal di menit-menit terakhir.

Namun, Navas tidak frustrasi karena tetap tinggal di Madrid. Sebaliknya, dia masih sangat emosional ketika mengingat peristiwa itu.
Penjaga gawang itu berkata: "Ketika mereka memberitahu saya bahwa dokumen De Gea tidak tiba tepat waktu dan bahwa saya akan tetap di Real Madrid, saya dan istri saya menangis sepanjang malam."
Ini juga menunjukkan perasaan sebenarnya pada saat itu. Meskipun klub telah merundingkan kepergiannya, Navas selalu enggan meninggalkan Real Madrid.
Navas berkata: "Saya tidak pernah ingin meninggalkan klub terbesar di dunia. Bermain untuk Real Madrid adalah impian saya. Saya tidak pernah berpikir untuk pergi."
Bagi pemain asal Kosta Rika itu, menjaga gawang Real Madrid juga merupakan impian sejak kecil. Dia mengingat: "Ketika saya berusia 8 tahun, saya mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa saya adalah pemain Real Madrid. Tuhan memberi saya kesempatan ini, dan saya tidak ingin melewatkannya."
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
マンチェスター・ユナイテッド
フィオレンティーナ
プーマスUNAM
レアル・マドリー
ケイロル ナバス
ダビド デ ヘア
すべてのコメント