Pada 12 Juni waktu setempat, The Athletic mewawancarai asisten pelatih Miami FC Ranchiuk, yang membahas detail pertandingan persahabatan tertutup antara Inggris dan Miami FC.

Inggris meraih dua kemenangan berturut-turut setelah mengalahkan Selandia Baru 1-0 dan Kosta Rika 3-0, menandai tahap persiapan penting menjelang Piala Dunia. Namun, ada satu pertandingan lagi yang memungkinkan pelatih Tuchel menyempurnakan skuadnya sebelum pertandingan pembukaan Grup L melawan Kroasia minggu depan.
Pada hari Kamis, Inggris memainkan pertandingan internal melawan Miami FC untuk mengakhiri pemusatan latihan mereka di West Palm Beach. Pertandingan tersebut tidak terbuka untuk media atau penggemar, tetapi The Athletic memperoleh detail lengkap tentang pertandingan serta kesan pemain dan staf pelatih Inggris.
Format dan Proses Pertandingan
Pertandingan terdiri dari dua babak 25 menit (awalnya direncanakan tiga periode 22 menit, tetapi disesuaikan sebelum kick-off), dengan pergantian pemain ekstensif di babak pertama dan adu penalti yang diadakan setelah pertandingan berakhir. Inggris menang 6-0, mencetak 1 gol di babak pertama dan 5 gol di babak kedua. Ivan Toney mencetak hat-trick dengan 1 gol di babak pertama dan 2 di babak kedua. Tujuan utama pertandingan ini adalah memberikan waktu bermain kepada pemain cadangan dalam lingkungan semi-kompetitif.
Pendekatan Tuchel terhadap Pertandingan
Tuchel dengan cepat menolak gagasan bahwa Miami harus menyesuaikan diri dengan persyaratan Inggris. Asisten pelatih Miami Ranchiuk mengatakan: "Kami telah menanti pertandingan ini sejak lama. Sebelum pertandingan dimulai, Tuchel berkata: 'Anda bisa bermain dengan formasi apa pun, model permainan apa pun, kami hanya ingin melihat apa yang bisa kami lakukan dalam lingkungan yang kompetitif.' Dalam pengalaman saya, sikap seperti ini tidak umum dalam pertandingan persahabatan melawan tim-tim top."
Meskipun Tuchel tidak berbicara langsung kepada pemain Miami, satu detail mencuri perhatian Ranchiuk. "Dia luar biasa di akhir pertandingan," katanya. "Dia memunguti handuk dan botol air yang tertinggal di lapangan."
Pemain yang Membuat Inggris Terkesan
Ranchiuk sangat terkesan dengan profesionalisme Henderson. "Dia luar biasa. Dia sangat agresif—dalam cara yang positif—dan menekan pemain kami dengan intensitas tinggi. Fokusnya mengesankan, terutama untuk pemain dengan karier seperti itu yang masih begitu berkomitmen dalam pertandingan persahabatan."
Ranchiuk juga menyebutkan penampilan Livramento dan Ivan Toney, yang bersaing dengan Watkins untuk menjadi cadangan Kane. "Jika saya harus memilih pemain yang paling membuat saya terkesan, itu adalah Toney. Kami mengirim banyak bek tengah untuk mengendalikan area penalti, tetapi dia tidak hanya mendorong pertahanan kami tetapi juga menciptakan ruang pada waktu yang tepat dengan penampilan yang sangat matang."
Adu Penalti Pasca-Pertandingan
Meskipun tidak direncanakan sebelumnya, Inggris dan Miami mengadakan adu penalti setelah pertandingan. "Mereka tiba-tiba memberi tahu kami bahwa mereka ingin mengambil 10 penalti, kemudian berubah menjadi 5," kata Ranchiuk. Staf pelatih Miami tidak mengungkapkan hasilnya, dan proses penalti tidak dicatat. "Bagi kami, adu penalti ini lebih penting daripada bagi mereka," tambah Ranchiuk. "Pertandingan persahabatan membawa ketegangan yang tidak selalu ada dalam latihan, dan ini memberikan informasi berharga bagi kami."
Partisipasi Pemain Kunci
Meskipun tidak bermain, Bellingham meninggalkan kesan positif pada Miami. Gelandang Real Madrid itu menyaksikan dari pinggir lapangan dan berfoto dengan para pemain Miami setelah pertandingan. Ranchiuk mengatakan: "Jika Anda bertanya siapa yang paling banyak berfoto dengan pemain kami, itu jelas Bellingham. Kami menghormati mereka, dan dia sangat ramah."
Pelajaran yang Diambil Miami
Ranchiuk berkata: "Kami bisa melihat secara langsung perbedaan antara pemain terbaik di liga kami dan para pemain elit. Perbedaannya terlihat dalam banyak hal. Kemampuan pengambilan keputusan dan kecepatan eksekusi mereka jauh lebih sinkron, sehingga mereka membutuhkan lebih sedikit waktu untuk bertindak. Pada saat Anda menyadari apa yang bisa dilakukan, sudah terlambat—dan itulah kuncinya. Ini bukan hanya tentang kecepatan atau kekuatan fisik. Tetapi ketika mereka membuat keputusan jauh lebih cepat daripada yang biasa Anda lakukan, hampir tidak mungkin untuk bersaing."
Diterjemahkan oleh AI.
브렌트포드
영국
레알 마드리드
알 아흘리
마이애미 FC
조던 헨더슨
토마스 투헬
이반 토니
주드 벨링엄
모든 댓글