Baru-baru ini, klub Serie A Parma meluncurkan jersey ketiga mereka untuk musim baru. Jersey ini didominasi warna hitam dengan detail berwarna merah muda, dan lambang tim, logo Puma, serta logo sponsor semuanya didesain dengan warna merah muda. Namun, karena penyimpangan signifikan dari elemen visual tradisional tim, beberapa penggemar garis keras menyatakan ketidakpuasan yang kuat.

Jersey baru ini, yang dirancang oleh Puma, bertema "Menulis Masa Depan Kita." Klub ingin mengusung latar belakang Parma sebagai "Ibu Kota Pemuda Eropa 2027," menampilkan nilai-nilai kepemudaan, inovasi, dan semangat masa depan. Namun, desain ini telah mendapat penolakan dari penggemar yang berpegang teguh pada tradisi klub.

Elemen historis ikonik Parma terutama mencakup jersey putih dengan salib hitam, serta skema warna kuning dan biru yang melambangkan era gemilang tahun 1990-an. Jersey ketiga berwarna hitam dan merah muda yang baru dinilai telah melemahkan simbol-simbol tradisional tersebut, khususnya desain lambang monokromatik berwarna merah muda, sehingga banyak penggemar percaya bahwa tim telah kehilangan identitas aslinya.

Sebelum pertandingan Parma melawan Monza, penggemar dari North Stand membuat tifo untuk memprotes. Mereka menampilkan jersey salib hitam klasik dan jersey kuning-biru, serta menempatkan tanda silang merah besar di atas desain jersey ketiga hitam dan merah muda yang baru. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan: "Jersey Parma melambangkan gairah, cinta, dan kejayaan. Harap hormati sejarah kami."

Selain itu, beberapa penggemar juga membentangkan spanduk bertuliskan "Jersey ini bukan milik kami." Perlu dicatat bahwa Parma mengenakan jersey ketiga ini saat menjamu Monza, dan pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 1-1.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
파르마
모든 댓글