Menurut RMC, Faten Ben Ammar El Aziz, seorang pemain muda dari klub Maghrib Tetouan Maroko, meninggal dunia saat mencoba melakukan perjalanan ke Ceuta, Spanyol, salah satu dari 67 korban imigran.

Tragedi Ceuta telah mengguncang sepak bola Maroko. Pemain sepak bola wanita Maroko, Faten Ben Ammar El Aziz, kehilangan nyawanya saat mencoba berenang ke Ceuta, Spanyol. Pemain klub Maghrib Tetouan itu adalah salah satu dari 67 korban yang dihitung oleh otoritas Spanyol. Sebelumnya, 60.000 migran telah mencoba melintasi perbatasan antara Maroko dan Spanyol secara ilegal dalam beberapa hari terakhir.
Klub Maghrib Tetouan menyatakan dalam sebuah pernyataan yang menyentuh bahwa mimpi Faten "hancur bahkan sebelum dimulai," sebuah pernyataan yang disampaikan oleh media lokal dan dikutip oleh kantor berita EFE Spanyol.
Pernyataan itu mengatakan dia "tidak mencari kemuliaan, atau petualangan," melainkan "kehidupan yang lebih baik, dan masa depan yang dia yakini di seberang Selat." Dia berharap untuk membuka "pintu baru" untuk masa depannya. Pernyataan itu juga mengatakan perjalanannya "berakhir sebelum mencapai tujuannya, dan dia kehilangan nyawanya saat mencoba mencapai kota Ceuta."
Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu migran telah memasuki enklave Spanyol Ceuta secara ilegal dari Maroko. Spanyol mengatakan pada hari Sabtu bahwa situasinya "hampir" kembali normal, dengan sebagian besar migran telah kembali ke Maroko.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
မော်ရိုကို
စပိန်
မှတ်ချက် အားလုံး