GKS Katowice melangkah ke babak berikutnya UEFA Europa Conference League setelah mengalahkan Hapoel Tel Aviv 2-1 dalam pertandingan yang baru benar-benar tuntas di menit ke-90, ketika Stav Turiel memperkecil skor menjadi 2-1 dan menciptakan akhir yang menegangkan — namun tidak cukup untuk menyelamatkan tim Israel dari eliminasi.

Katowice mendominasi sebagian besar pertandingan, membangun keunggulan dua gol yang menempatkan mereka dalam posisi yang sangat nyaman. GKS bermain dengan disiplin dan efisien, memanfaatkan peluang yang ada sambil meredam serangan lawan. Selama sebagian besar laga, hasil akhir tampak sudah tidak bisa diganggu gugat dan tim Polandia itu mengendalikan baik skor maupun tempo permainan.

Hapoel Tel Aviv kesulitan menemukan jalan masuk ke dalam pertandingan ini. Lini pertahanan Katowice jarang terancam secara serius, dan tim Israel tidak mampu menciptakan bahaya yang cukup untuk menguji tuan rumah secara konsisten. Dengan waktu yang terus berkurang dan tertinggal dua gol, harapan untuk lolos tampak sudah sirna.

Semua berubah di menit ke-90. Turiel mencetak gol untuk menjadikan skor 2-1 dan langsung menyuntikkan urgensi ke momen-momen terakhir, memaksa GKS bertahan di bawah tekanan. Gol itu memberi Hapoel secercah harapan, tetapi tim Polandia bertahan hingga peluit akhir berbunyi. Satu tindakan terakhir yang menunjukkan ketenangan untuk mengunci kemenangan.

Penampilan tersebut mengantarkan Turiel meraih penghargaan Pemain Terbaik dengan nilai 7.1 — individu paling menonjol malam itu meskipun berada di pihak yang kalah. Ia adalah pemain paling berbahaya dan kreatif di kubu Hapoel, yang memberi timnya satu-satunya gol dan mengubah bagian akhir pertandingan menjadi penutup yang penuh ketegangan. Bahwa kualitasnya tidak cukup mencerminkan besarnya defisit yang dibiarkan menumpuk oleh timnya sebelum kontribusinya hadir.

Bagi GKS Katowice, hasil ini adalah fondasi yang kuat untuk dilanjutkan. Kemenangan Conference League yang terkendali atas lawan Eropa yang kompetitif, dipertahankan meski ada tekanan di akhir laga, menunjukkan tim yang tajam di depan dan tangguh secara mental di belakang. Hapoel Tel Aviv meninggalkan kompetisi dengan tahu bahwa Turiel sudah memberikan segalanya — namun dua gol yang kemasukan sebelum upaya pengurangan skor terbukti menjadi jarak yang tidak bisa dijembatani.