Menurut Cadena SER, Barcelona telah mengidentifikasi Alvarez sebagai target utama mereka untuk memperkuat serangan, meskipun kesepakatan ini menghadapi kesulitan yang signifikan.

Situasi Alvarez di Atletico Madrid telah memasuki fase yang sangat sensitif. Sebuah program di SER Catalunya mengungkapkan bahwa selama pertandingan hari Minggu melawan Villarreal, penyerang Argentina itu dicemooh dan dihina oleh sebagian penggemar di Stadion Metropolitano. Alvarez tetap menjadi nama penting di pasar transfer, dan terlepas dari sulitnya kesepakatan, Barcelona belum menutup kemungkinan untuk merekrutnya.
Sebelum pertandingan melawan Villarreal, suasana sudah sangat tegang. Ketika nama Alvarez diumumkan di layar lebar dan ketika pemain keluar untuk pemanasan, sejumlah besar penggemar di tribun mencemooh, berteriak, dan melontarkan hinaan. Alvarez memulai dari bangku cadangan dan masuk pada babak kedua, tetapi tidak banyak bermain. Setelah pertandingan, dia meninggalkan lapangan tanpa memberikan penghargaan kepada penggemar. Diego Pablo Simeone kemudian menjelaskan bahwa ini adalah keputusan klub.
Pelatih Argentina itu menghindari membahas situasi Alvarez sepanjang pra-musim dan tidak menanggapi secara terperinci setelahnya, hanya menekankan bahwa Atletico Madrid perlu memiliki penyerang kelas untuk bersaing merebut gelar.
Sikap Atletico Madrid tetap jelas: Alvarez tidak untuk dijual. Cerezo bersikap tegas sebelum pertandingan, mengkritik pendekatan Barcelona setelah berminggu-minggu rumor seputar masa depan pemain di musim panas ini.
Namun, kontroversi bukan hanya tentang apakah Atletico Madrid bersedia menjual pemain. Cara kesepakatan ini berkembang dalam beberapa minggu terakhir juga telah menimbulkan kontroversi yang cukup besar. Menurut analisis SER Catalunya, kecepatan, waktu, dan cara penanganan kesepakatan oleh pemain, rombongannya, dan Barcelona mungkin telah memperburuk ketidakpuasan di pihak Madrid.
Meskipun demikian, Barcelona masih memantau Alvarez. Barcelona mengetahui kesepakatan ini sangat sulit tetapi tetap siap mencoba hingga saat-saat terakhir sebelum jendela transfer ditutup.
Pemain Argentina itu ingin bergabung dengan Barcelona.
Kuncinya adalah Barcelona percaya Alvarez ingin bermain di Camp Nou. Barcelona juga percaya bahwa setelah banyak hambatan seputar kesepakatan ini, klub tidak dapat meninggalkan pemain dalam posisi sulit di tahap akhir pasar transfer. Oleh karena itu, apa yang terjadi di Stadion Metropolitano dapat memiliki dampak signifikan di hari-hari mendatang.
Penilaian Barcelona adalah bahwa Atletico Madrid saat ini menghadapi dilema terbesar. Jika Alvarez bertahan, dia harus menghadapi penggemar yang secara terbuka telah menyatakan ketidakpuasan mereka. Jika dia akhirnya pergi, Atletico Madrid harus menemukan pengganti yang dapat diandalkan tak lama sebelum jendela transfer ditutup.
Kesepakatan bisa mencapai €150 juta.
Faktor ekonomi adalah hambatan besar lainnya. Atletico Madrid menganggap Alvarez sebagai pemain kunci dan tidak memiliki niat memfasilitasi kepergiannya. Barcelona telah menawarkan €100 juta, sementara penilaian Madrid bisa mencapai €150 juta termasuk tambahan.
Perasaan saat ini adalah Barcelona mungkin masih akan mengambil tindakan sebelum jendela transfer ditutup, tetapi tidak jelas apakah klub bersedia memenuhi harga yang diminta Atletico Madrid. Miguel Martín Talavera menyatakan di SER Catalunya bahwa jika Barcelona bersedia mengajukan tawaran €120 juta atau €130 juta plus tambahan, klub seharusnya sudah melakukannya.
Namun, Barcelona mungkin akan menunggu hingga hari-hari terakhir untuk mengambil tindakan. Pasar transfer seringkali berakselerasi di tahap akhir, dan Barcelona percaya situasi saat ini dapat mengubah posisi negosiasi.
Peran Simeone dalam pengawasan.
Faktor lain yang sedang diperhatikan adalah hubungan antara Alvarez dan Simeone. Meskipun ada laporan tentang kurangnya pemahaman antara keduanya, penilaian saat ini adalah bahwa Simeone justru salah satu pendukung terkuat Alvarez sejak pemain bergabung dengan Atletico Madrid.
Bahkan selama fase ketika Alvarez kesulitan menemukan kesempatan mencetak gol, Simeone terus memainkannya dan mempertahankan kepercayaannya. Oleh karena itu, menurut analisis terkait, konflik antara pemain dan klub tidak dapat hanya dikaitkan dengan hubungan yang buruk dengan pelatih.
Laporan juga menunjukkan bahwa Alvarez ingin bergabung dengan tim yang lebih mengutamakan penguasaan bola dan bermain lebih ofensif. Dari perspektif ini, Barcelona lebih sesuai dengan preferensi sepak bolanya, terutama dengan gaya bermain yang dibawa oleh Hans Flick.
Barcelona menanti tahap akhir jendela transfer.

Saat pasar transfer memasuki tahap akhir, posisi semua pihak tetap jauh berbeda. Atletico Madrid bersikeras bahwa Alvarez adalah pemain tim dan tidak memiliki niat menjualnya; pemain menemukan dirinya dalam posisi yang semakin canggung; dan Barcelona tetap berdeterminasi merekrut penyerang Argentina itu.
Apa yang terjadi di Stadion Metropolitano bisa menjadi titik balik dalam kesepakatan ini. Kuncinya sekarang adalah apakah Atletico Madrid dapat memulihkan situasi jika Alvarez bertahan, dan apakah Barcelona akan memanfaatkan keadaan saat ini untuk mempercepat kesepakatan yang telah berlangsung berminggu-minggu.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
ဘာစီလိုနာ
အက်သလက်တီကို မက်ဒရစ်
ဗီလာရီးယဲလ်
ဆီမီအိုနီ
ဟန်စီ ဖလစ်ခ်
အယ်လ်ဗာရက်ဇ်
ဆယ်ရီဇို
မှတ်ချက် အားလုံး