Mantan analis Manchester City Carles Planchart menyatakan di Cadena SER bahwa Jesus bukanlah striker murni, melainkan pemain serbaguna.

Carles Planchart mengenal Jesus dengan baik. Mantan analis Guardiola di Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City bekerja dengan striker Brasil itu selama masa kepelatihannya di Inggris. Pada hari Rabu, ia menganalisis kepindahan Jesus ke Barcelona dalam program "What are you playing!".
Planchart mengakui bahwa ia kurang memperhatikan Jesus selama empat musim terakhir, tetapi ia tetap mengikuti perkembangannya ketika Manchester City bermain melawan Arsenal. Namun demikian, kesan awalnya terhadap pemain itu tetaplah sebagai pemain yang serbaguna: "Dia adalah pemain yang sangat serbaguna. Kami sering memainkannya di sayap, dan dia cocok dengan tipe pemain yang akan direkrut oleh Barcelona di bawah kepemimpinan Flick." Analis tersebut tidak percaya Jesus adalah penyerang pusat murni atau striker yang hanya mencetak gol di dalam kotak penalti.
Pemain Brasil itu dapat berpartisipasi dalam membangun serangan, tetapi kekuatannya terutama terletak pada lari, kecepatan, dan penyerangan ruang. "Dia lebih seperti pemain yang mencari ruang dan menyelesaikan serangan, bukan penyerang nomor 9 murni yang menguasai permainan di kotak penalti," jelas Planchart. Karakteristik ini juga sesuai dengan filosofi menyerang Flick: pemain harus mampu membawa bola langsung ke gawang dan terus-menerus bertukar posisi. Planchart percaya Jesus akan menawarkan opsi baru bagi pelatih.
Musim panas ini, Barcelona juga mendatangkan Anthony Gordon dan Adeyemi untuk lini serang mereka, sementara Raphinha telah bermain sebagai penyerang di awal musim. "Musim ini panjang dan sulit, dan setiap orang akan mendapatkan waktu bermain. Jesus akan menjadi opsi rotasi baru, membantu tim mendapatkan lebih banyak waktu bermain dan tetap kompetitif di semua kompetisi. Itulah yang Barcelona butuhkan," komentarnya. "Dia bekerja sangat keras dan tidak akan menimbulkan masalah." Selain atribut teknisnya, Planchart juga menyoroti karakter Jesus dan sikapnya di ruang ganti. "Dalam hal itu, dia adalah pemain top. Dia bekerja sangat keras dan tidak akan menimbulkan masalah."
Mantan analis Manchester City itu mengenang bahwa pemain Brasil itu selalu mempertahankan sikap profesional bahkan ketika kehilangan posisi sebagai pemain inti. Dengan kedatangan Haaland, kepergiannya dari Manchester terutama untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain. "Ketika Anda merekrut monster seperti Haaland, wajar jika pemain di sekitarnya mengevaluasi kembali situasi mereka," kata Planchart.
Dia percaya wajar bagi pemain untuk memprioritaskan waktu bermain: "Pemain memiliki karier yang singkat, dan mereka harus menikmati kesempatan untuk bermain sebanyak mungkin." Bagi Flick, pressing juga merupakan nilai signifikan yang dibawa Jesus. Guardiola telah memuji kemampuan bertahannya berkali-kali di masa lalu, dan Planchart percaya semangat juang ini akan sangat menarik bagi Flick. "Itu adalah prasyarat untuk bergabung dengan timnya."
Sistem pelatih Jerman itu mendorong garis pertahanan tinggi dari gawang, sehingga pemain penyerang harus terlebih dahulu melakukan tugas bertahan: "Dengan garis pertahanan yang didorong begitu tinggi, jika para penyerang tidak menekan secara aktif, tidak berjuang, dan tidak memulai pressing tinggi, akan sangat sulit untuk mencegah lawan menciptakan peluang." "Situasi Jesus dan Julián Álvarez benar-benar berbeda." Planchart tidak percaya bahwa merekrut Jesus menggantikan Julián Álvarez selalu berarti penurunan kualitas. "Mereka adalah pemain yang sangat berbeda, dan situasi mereka benar-benar berbeda. Anda merekrut Jesus hanya dengan 10 juta, sementara mereka meminta 140 juta untuk Álvarez." Analis tersebut percaya terlalu dini untuk menilai apakah kepindahan ini berhasil. "Kita akan melihat hasilnya pada akhirnya," katanya.
Menurutnya, keduanya adalah pemain yang sangat berbakat, tetapi tidak ada yang merupakan pencetak gol murni, dan tidak ada yang bisa segera menggantikan angka Ferran Torres atau Lewandowski. "Saya tidak akan mengatakan ini adalah langkah mundur. Saya pikir departemen olahraga Barcelona melakukan pekerjaan dengan baik kali ini. Tidak mudah menemukan pemain yang dapat memenuhi tuntutan tim ini, terutama di lini serang." Oleh karena itu, Planchart akhirnya percaya bahwa Jesus "adalah rekrutan yang bagus," dan Álvarez juga demikian. Namun, ia lebih kritis terhadap penanganan kepindahan striker Argentina itu: "Sayang sekali, tetapi seluruh prosesnya kacau. Negosiasi harus ditangani dengan sangat baik agar semua orang mendapat manfaat. Tetapi kali ini semua orang menderita karena perencanaan yang benar tidak dilakukan sejak awal." Planchart juga berbicara tentang kedatangan Rodri, yang pernah bekerja dengannya di Manchester City.
Mantan analis Guardiola percaya Rodri adalah yang paling cocok untuk kebutuhan Barcelona saat ini: "Dia paling cocok untuk sepak bola dekade ini dan paling cocok untuk sepak bola Barcelona." Menurutnya, peran Rodri bukanlah untuk mengembalikan penguasaan bola yang romantis dan permainan posisi masa lalu, tetapi untuk memberikan keseimbangan defensif dan ofensif kepada tim, sesuatu yang belum sepenuhnya dikuasai tim. Sebagai contoh, ia menyebutkan peluang yang terlewatkan dalam pertandingan terakhir melawan Rayo Vallecano. "Saya tahu kami memiliki kemampuan menyerang yang kuat dan potensi besar di lini depan, tetapi terkadang mencetak gol tidaklah cukup. Melawan lawan tingkat Eropa, di Liga Champions, tidak cukup untuk mengatakan kami bisa mencetak empat. Nah, bagaimana jika lawan mencetak enam gol ke gawang kami…" pungkasnya.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
မန်စီးတီး
ဘာစီလိုနာ
ဂျီဆပ်စ်
မှတ်ချက် အားလုံး