Arsenal masih konsisten meraih kemenangan di Premier League musim ini. Lini depan The Gunners yang saling terkoneksi dengan baik menjadi senjata andalan untuk 'menghabisi' lawan.

Arsenal baru saja menekuk Chelsea 2-1 di Emirates pada Minggu (6/9/2026) lalu. Itu menjadi kemenangan ketiga beruntun di liga usai mengalahkan Coventry City 3-0 dan Aston Villa 1-0.
Saat mengalahkan Chelsea, proses gol kedua Arsenal yang dicetak oleh Martin Odegaard mendapat pujian. Kai Havertz saat itu membiarkan crossing Christos Tzolis yang mengarah padanya, namun di belakang penyerang Jerman itu sudah ada Odegaard yang lebih siap menerima bola.
Keputusan Havertz itu berbuah manis karena Odegaard berhasil mencetak gol. Usai laga, manajer Arsenal Mikel Arteta menyoroti chemistry yang baik di antara para penyerang Arsenal.
"Ketika Anda mulai merasakan chemistry di antara mereka dan melihat apa yang bisa mereka hasilkan, itu sungguh hebat," ujar Arteta, dikutip Sky Sports. Pada tiga pertama di Premier League musim ini, Arteta konsisten menurunkan kuartet Bukayo Saka, Odegaard, Christos Tzolis, dan Havertz di pos lini serang. Sejauh ini, hasilnya baik.
Dari enam gol yang sudah dicetak Arsenal, Odegaard, Saka, dan Havertz masing-masing telah mencetak dua gol. Sedangkan Tzolis sudah menyumbang satu assist saat melawan Chelsea.
Secara permainan, mereka pun tidak kaku. Saka kerap bergerak ke tengah dari sayap kanan, atau bertukar sisi dengan Tzolis. Havertz kerap bergerak ke kanan, dan Odegaaard siap maju dari belakang saat mendapat ruang.
"Itu adalah dimensi berikutnya. Dimensi lanjutan dalam hal dinamika, ancaman, intensi, dan agresivitas saat menyerang. Anda tentu telah melihatnya hari ini," jelas Arteta.
Arsenal selanjutnya akan memulai petualangan di Liga Champions dengan menghadapi Arsenal pada Kamis (10/9) pukul 02.00 WIB. Menarik ditunggu apakah cairnya lini serang The Gunners di kancah domestik bisa ditunjukkan pula di tanah Eropa.
Arsenal
Mikel Arteta
Martin Ødegaard
Kai Havertz
Bukayo Saka
Todos os comentários