Menurut Mundo Deportivo, Francisco Antonio López Romera telah menggugat FIFA dan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol atas penggunaan VAR, mengklaim pelanggaran hak kekayaan intelektualnya dan menuntut ganti rugi sebesar 300 juta euro. Keputusan Pengadilan Provinsi Madrid pada April 2024 hanya membahas tindakan sementara dan tidak menangani perselisihan substantif. Gugatan tersebut telah menunggu putusan selama 11 bulan.

Pada 30 April 2024, Mundo Deportivo menerbitkan laporan tentang gugatan Francisco Antonio López Romera terhadap FIFA dan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol mengenai penggunaan VAR (Video Assistant Referee). Laporan tersebut mengutip keputusan Pengadilan Provinsi Madrid yang menolak permohonan tindakan sementara.
Keputusan ini terbatas pada tindakan sementara dan tidak membahas pokok sengketa utama, juga tidak menyatakan penolakan atas klaim yang diajukan. Oleh karena itu, keputusan tersebut bukan merupakan putusan akhir mengenai kepemilikan atau potensi pelanggaran hak kekayaan intelektual yang disengketakan dalam gugatan tersebut.
Francisco Antonio López Romera menyatakan bahwa dia adalah pencipta karya "Football in the 21st Century - Future Technology for Referee Teams," yang terdaftar di Kantor Hak Kekayaan Intelektual pada tahun 1999, 2016, dan 2025. Karya tersebut mencakup sistem teknologi VAR yang menjadi dasar klaimnya.
Berdasarkan hal ini, ia mengajukan gugatan terhadap FIFA dan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol, mengklaim bahwa penggunaan asisten wasit video dalam acara olahraga melanggar hak kekayaan intelektualnya, dan menuntut kompensasi sebesar 300 juta euro.
Sidang diadakan pada 9 Oktober 2025, setelah itu kasus tersebut memasuki tahap menunggu putusan. Gugatan utama masih tertunda tanpa putusan final.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Espanha
Todos os comentários