Menurut Sport, Pedri, dalam wawancara dengan Canary Islands TV, mengenang kembali awal karier sepak bolanya, bergabung dengan Barcelona, dan pengalamannya sejak saat itu, juga berbicara tentang keluarganya yang selalu mendampinginya.

Sepak bola masuk ke dalam hidupnya di usia yang sangat muda. Ayahnyalah yang mewariskan kecintaannya pada sepak bola kepadanya, dan yang membawanya ke lapangan ketika ia masih kecil. Pedri ingat bahwa ia sudah bermain sepak bola dengan saudaranya ketika ia berusia empat atau lima tahun, dan setelah sekolah, ia hanya memiliki satu pikiran di benaknya: "Sepanjang yang saya ingat, saya selalu tidak terpisahkan dari bola. Ayah saya membesarkan saya seperti itu ketika saya masih kecil; dia selalu membawa saya ke lapangan untuk bermain sepak bola."
Orang tuanya juga selalu menekankan bahwa jika ia ingin menjadi pemain profesional, ia harus berlatih keras dan tidak hanya puas dengan bakat. Pedri mengakui bahwa keluarganya selalu membuatnya percaya pada kemampuannya, tetapi mereka juga membuatnya sangat jelas ketika ia masih muda: "Keluarga saya selalu menyuruh saya untuk percaya pada diri sendiri, untuk berlatih, dan bahwa saya bisa menjadi pemain profesional. Mereka mengatakan saya memiliki bakat, tetapi mereka juga selalu memberi tahu saya bahwa saya harus bekerja keras, jika tidak, saya tidak akan sampai di sana sama sekali. Jika Anda tidak bekerja keras, Anda selesai."
Ketika Barcelona menawarinya kontrak, ayahnya kembali memainkan peran penting. Setelah berbicara dengan agennya, ayahnya mengatakan kepadanya bahwa beberapa klub tertarik padanya, tetapi ia memulai dengan yang paling akan membuatnya bersemangat: "Beberapa tim tertarik padamu, tetapi begitu saya menyebutkan salah satunya, Anda tidak akan membiarkan saya melanjutkan." Ketika ia mendengar nama Barcelona, Pedri tidak perlu tahu apa-apa lagi, karena ia tahu persis klub mana yang ingin ia bela.
Bahkan, ketertarikan dari tim lain pun tidak bisa mengubah pikirannya, karena di hatinya, Barcelona selalu menjadi yang utama: "Saat saya mendengarkan apa yang mereka katakan, saya berpikir dalam hati bahwa Barcelona adalah tempat saya ingin bertahan." Hubungannya dengan klub jauh lebih dari sekadar bermain di sana nanti; klub itu sudah menjadi bagian dari masa kecilnya: "Bagi saya, Barcelona adalah tempat terbaik. Itu adalah semua yang saya alami sebagai seorang anak, semua yang saya impikan, dan saya tidak akan mengubahnya dengan apa pun sekarang."

Ayah dan saudaranya masih termasuk orang-orang yang paling ingin didengarkannya, terutama ketika hal-hal tidak berjalan baik di dalam maupun di luar lapangan: "Mereka selalu berada di sisi saya, menyuruh saya untuk tenang, untuk menikmati semuanya... Mereka mengatakan saya masih muda dan harus belajar untuk tumbuh, dan bahwa belajar dari kesalahan-kesalahan ini adalah hal yang paling berharga."
Ia juga ingin berbagi semua yang ia raih dengan keluarganya. Ketika ia pertama kali menerima gaji pertamanya sebagai pesepak bola, prioritas utamanya adalah membuat orang tuanya merasa nyaman dan menikmati hasil dari dukungan mereka selama bertahun-tahun ini: "Hal terpenting adalah uang yang Anda hasilkan adalah untuk membuat orang tua Anda hidup lebih aman, sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi, bisa bersantai, dan menikmati hidup. Bisa membalas sedikit atas semua yang telah mereka berikan kepada Anda sepanjang hidup mereka, itulah hal yang paling indah."
Pedri juga mengenang hadiah besar pertama yang ia berikan kepada ayahnya: "Saya ingat menggunakan sebagian dari gaji pertama saya untuk membelikan ayah saya mobil di Tenerife, karena keluarga membutuhkannya." Bagi pria asal Kepulauan Canary ini, bisa membantu keluarganya adalah salah satu hal paling berharga yang telah diberikan sepak bola kepadanya.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Барселона
Педри
Все комментарии