Menurut Foot Mercato, Sarr mendorong kepindahan ke Liverpool musim panas ini, tetapi Crystal Palace menolak melepasnya, dan dia akhirnya tetap bersama klub. Setelah itu, agen Sarr, Diomansy Kamara, mengunggah di media sosial, mengkritik bagaimana pemain Afrika sering diperlakukan sebagai komoditas.

Kamara menulis: "Situasi Sarr dan Lamine Camara sama-sama memerlukan refleksi mendalam dari kita. Kita harus melepaskan diri dari logika ini: pemain Afrika kadang-kadang terkesan hanya sebagai komoditas belaka – beli dia, tetapkan harga, diskusikan masa depannya, sementara keinginannya sering kali terpinggirkan ke posisi kedua.
Pemain Afrika kami layak dihormati. Hormat atas upaya mereka. Hormat atas karier mereka. Hormat atas ambisi mereka. Hormat atas suara mereka. Transfer seharusnya bukan hanya transaksi antara dua klub dan serangkaian angka. Di balik setiap kontrak, ada seseorang, karier, mimpi, dan pilihan hidup.
Klub terkadang memiliki keputusan akhir; ini adalah realitas sepak bola profesional. Namun pertanyaannya tetap: bagaimana seharusnya karier dan keinginan seorang pemain diperlakukan? Dalam hal-hal yang menentukan masa depan mereka, pemain harus dapat didengar dan harus dihormati. Jangan lupakan hal terpenting: di balik setiap kesuksesan, pada dasarnya pemainlah yang menulis sejarah."
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Челси
Ливерпуль
Кристал Пэлас
Монако
I. Sarr
Ламин Камара
Все комментарии