Menurut AS, Mourinho menyampaikan pesan ganda kepada para pemainnya: ia senang tim menang berkat kerja keras, namun masih banyak ruang untuk perbaikan.

Dengan jadwal yang padat, Mourinho terus menyempurnakan Real Madrid sesuai visinya. Setelah kemenangan Liga Champions atas Inter Milan, para penggemar memiliki perasaan campur aduk, begitu pula pelatih asal Portugal itu.
Secara pribadi, Mourinho mengakui bahwa ia tidak sepenuhnya puas dengan performa tim, tetapi ia juga memanfaatkan kesempatan untuk menekankan hal-hal positif dan menanamkan pada para pemain gagasan bahwa ketika bermain buruk, kemenangan adalah yang terpenting, terlepas dari prosesnya. Oleh karena itu, Mourinho menyadari kesulitan pertandingan ini, terutama mengingat absennya pemain-pemain penting dan banyaknya debutant sebagai starter (Trent dan Valverde tampil bersama untuk pertama kalinya), namun pada akhirnya mengirimkan sinyal positif ke ruang ganti.
Ia menghargai daya saing tim, ketahanan, dan kemampuannya untuk tampil pada saat-saat krusial, terutama dalam menekan ke depan pada waktu yang tepat sesuai rencana. Mourinho percaya ini adalah kemenangan yang layak dirayakan, tanpa kritik.
Salah satu alasan optimisme staf pelatih adalah tim berhasil merebut kembali penguasaan bola sebanyak 11 kali di area lawan—ciri khas yang harus dimiliki tim yang masih berkembang. Meskipun beberapa pemain belum dalam kondisi fisik puncak, terutama mereka yang baru bergabung sesi latihan, tekanan tim telah menunjukkan hasil. Jika para penyerang lebih efisien di setiap pertandingan, skor bisa jauh lebih lebar. Tim menciptakan 9 peluang mencetak gol yang sangat baik, termasuk satu di akhir babak pertama dan satu di awal babak kedua (Mbappé dan Bellingham), yang seharusnya membuat skor 3-0 dan mengakhiri pertandingan lebih awal.
Namun, Mourinho juga menyadari masih banyak ruang untuk perbaikan, terutama dalam mengendalikan permainan. "Saya tidak suka ketika pertandingan begitu kacau," akunya pada konferensi pers pasca-pertandingan. Real Madrid memiliki penguasaan bola terendah di antara semua tim Liga Champions putaran ini, bahkan tidak mencapai 40%, yang sebagian dapat dijelaskan oleh absennya Güler dan Bernardo Silva, namun bukan hanya itu. Mourinho masih berusaha mengurangi kehilangan bola tim; Courtois bahkan membuat 6 penyelamatan brilian, sambil berusaha mencegah tim terlalu terekspos di tahap-tahap tertentu. Setelah menganalisis, para pemain diharapkan benar-benar mengimplementasikan pesan-pesan ini dalam pertandingan berikutnya melawan Rayo Vallecano di Bernabéu.
Mourinho berharap tim kembali menang sambil mempertahankan kontrol permainan. Bagi pelatih, mengamankan kemenangan melawan Rayo Vallecano, Elche, dan Atlético Madrid sebelum jeda internasional sangat penting. Tim masih dalam tahap pembangunan dengan absennya pemain-pemain kunci, sementara Tchouaméni dan Pitaluga baru secara bertahap memasuki rotasi. Jika mereka bisa berada di puncak klasemen sebelum jeda, itu akan menjadi kesuksesan besar dan meletakkan dasar yang kokoh untuk sisa musim.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
皇家马德里
穆里尼奥
全部评论