Jajak pendapat resmi Liverpool FC untuk 100 pemain terhebat dalam sejarah klub telah mengumumkan hasilnya secara bertahap, dengan Wijnaldum menempati peringkat ke-69.

Awal tahun ini, Liverpool Football Club mengundang penggemar, mantan pemain, jurnalis, dan panel internal untuk memilih dan menentukan peringkat "100 Pemain Terhebat Sepanjang Masa Liverpool FC" hingga tahun 2026.
Kriteria pemilihan didasarkan pada kemampuan individu pemain, pengaruh, status historis, dan pencapaian mereka selama bermain di Liverpool.
Pengumuman berlanjut hingga siaran langsung khusus pada awal Juli, di mana lima pemain teratas akan diumumkan, bersama dengan juara yang dinobatkan sebagai "Pemain Terbaik Liverpool dalam Sejarah."
100 Pemain Terbaik Liverpool dalam Sejarah Klub:
No. 100 - No. 91: Mac Allister, Szoboszlai, Luis Garcia, Jack Cox, Bobby Robinson, Adam Lallana, Lucas Leiva, Curtis Jones, Dick Forshaw, Danny Murphy
No. 90 - No. 81: David Johnson, Jack Parkinson, Sam Raybould, Coutinho, Dudek, Phil Taylor, Gerry Byrne, Smicer, Matt Busby, Kuyt
No. 80 - No. 71: Ray Houghton, Sturridge, Tommy Lawrence, Ronnie Moran, Luis Díaz, Alan A'Court, Hamann, Tom Bromilow, Matip, Heskey
No. 70 - No. 61: Stubbins
100 Pemain Terbaik Liverpool dalam Sejarah Klub - No. 69: Wijnaldum
Tahun Bermain: 2016-2021
Penampilan: 237
Gol: 22
Penghargaan: Liga Champions (2019), Piala Super UEFA (2019), Piala Dunia Antarklub FIFA (2019), Liga Premier (2019-20)
Wijnaldum adalah lambang konsistensi dan kualitas dalam tim Liverpool yang menjadi juara Inggris, Eropa, dan dunia.
Gelandang Belanda ini bergabung dengan Liverpool dari Newcastle United pada tahun 2016 dan dengan cepat beradaptasi sempurna di Anfield, berkembang menjadi sosok kunci dalam kebangkitan Liverpool di bawah Klopp.
Musim pertamanya berakhir dengan tim kembali ke Liga Champions. Dalam pertandingan terakhir musim itu, Wijnaldum mencetak gol pembuka penting di depan tribun Anfield dengan nomor punggung 5, membantu tim mengamankan kualifikasi Liga Champions.
Wijnaldum adalah tipe pemain "Swiss Army Knife" di garis tengah; dia bisa merebut penguasaan bola, mengontrol permainan, dan memberikan umpan kreatif. Sekaligus, dia memiliki penilaian pertahanan yang akurat, tenang, dan berwibawa dalam menyerang.
Dia hampir selalu tersedia untuk seleksi, selalu berlari tanpa henti. Selain itu, dia memiliki fleksibilitas luar biasa, pernah menjadi bek tengah dan striker untuk Liverpool dalam beberapa kesempatan.
Di musim keduanya di klub, dia membuat 50 penampilan, termasuk 14 pertandingan selama perjalanan Liverpool ke final Liga Champions 2018. Namun, final itu berakhir dengan kekalahan dari Real Madrid.
Wijnaldum dan rekan setimnya bangkit kembali, mencapai final Liga Champions lagi setahun kemudian, dan kali ini mereka meraih medali juara.
Pemain internasional Belanda ini menciptakan momen klasik di semifinal, mencetak dua gol setelah masuk sebagai pemain pengganti untuk membantu Liverpool mengalahkan Barcelona 4-0 di Anfield, membalikkan defisit tiga gol dari leg pertama.
Musim berikutnya, dia hanya melewatkan 1 pertandingan Liga Premier, menjadi inti tak tergoyahkan kekuatan tim. Liverpool akhirnya memenangkan gelar dengan 99 poin, mengakhiri penantian 30 tahun klub untuk kejuaraan Premier Inggris.
Tim juga memenangkan Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA pertama Liverpool.
Di musim terakhirnya di Merseyside, Wijnaldum terus bermain di hampir setiap pertandingan, membantu tim mengamankan posisi ketiga yang menantang di musim 2020-21. Setelah kontraknya berakhir, dia mengucapkan selamat tinggal kepada penggemar di area L4 Anfield, mengakhiri masa depannya bersama Liverpool.
Diterjemahkan oleh AI.
Liverpool
Al-Ettifaq FC
Wijnaldum
All Comments (31)
6-12 11:14
6-12 11:40
6-12 11:40
6-12 11:40
6-12 11:51