Menurut La Gazzetta dello Sport, Kessie kembali ke Atalanta setelah negosiasi dengan Juventus pada musim panas ini gagal, dan kegagalan kesepakatan tersebut memicu kontroversi di antara berbagai pihak.

Setelah delapan setengah tahun, Kessie akan kembali ke Stadion Allianz, kandang Juventus, dengan seragam Atalanta. Kessie dianggap sebagai target transfer utama Juventus sepanjang musim panas, namun kemudian dengan cepat berubah keputusan dan menyebutkan kepulangannya ke Bergamo sebagai "pilihan dari hati." Perubahan mendadak ini memicu perselisihan antara manajemen klub dan agen, dan Kessie juga bertukar pesan dengan Spalletti.
Pelatih Juventus itu tertarik pada Kessie sejak awal, yakin bahwa pemain tersebut berpengalaman, memiliki kualitas kepemimpinan, dan terbiasa memenangkan trofi. Selain memenangkan gelar liga bersama AC Milan dan Barcelona, Kessie juga telah memenangkan dua gelar Liga Champions bersama Al-Ahli, yang akan memperkuat skuad Juventus.
Karena perjanjian fair play finansial dengan UEFA, Juventus perlu menjual pemain kunci sebelum menyelesaikan transfer. Juventus telah mencapai kesepakatan dengan Kessie dan agennya sejak awal musim panas untuk kontrak dua tahun dengan gaji tahunan 3,5 juta euro, ditambah opsi perpanjangan tahun ketiga dan bonus penandatanganan.
Kesepakatan tersebut gagal akhir Agustus. Juventus tidak dapat membayar bonus penandatanganan secara penuh pada saat itu dan mengusulkan untuk membayarnya setelah musim kedua, tetapi Kessie menginginkan uang itu segera. Atalanta kemudian intervensi dan membawa Kessie kembali ke Bergamo.
Carnevali berkata: "Kami berusaha keras untuk memenuhi permintaannya. Mungkin keinginan pemain untuk bergabung dengan klub besar seperti Juventus tidak sekuat yang kami pikir, atau mungkin ini adalah masalah agen, karena banyak agen lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri daripada kepentingan pemain."
Agen Kessie, George Atangana, merespons: "Franck membuktikan betapa kuat keinginannya bermain untuk Juventus melalui tindakan dan konsesi finansial yang signifikan. Ia menunggu selama berminggu-minggu, tetapi keinginan mengenakan seragam tidak berarti harus mengorbankan martabat diri."
Spalletti berkata: "Saya berkesempatan bertukar beberapa pesan dengannya. Dia meminta maaf dan menjelaskan alasannya, karena dia benar-benar ingin bermain untuk Juventus, seperti yang kami semua pikir sebelumnya."
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Juventus
Atalanta
Kessié
Tutti i commenti