Bek tim nasional Selandia Baru, Finn Surman, baru-baru ini memberikan wawancara eksklusif kepada FIFA, merefleksikan perjalanannya dengan Piala Dunia dan menatap Piala Dunia 2026 mendatang. Ia mengakui bahwa dari momen-momen mengejutkan di depan TV saat kecil hingga kini secara pribadi berdiri di panggung dunia, semuanya terasa sureal sekaligus bermakna. Tujuan tim Selandia Baru dalam perjalanan ini juga sangat jelas: meraih kemenangan Piala Dunia pertama dalam sejarah tim dan berusaha melaju dari babak penyisihan grup.

Kenangan Masa Kecil: Momen yang Membuatnya Jatuh Cinta pada Sepak Bola
Terakhir kali Selandia Baru tampil di Piala Dunia adalah pada tahun 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, Surman baru berusia 6 tahun dan belum terlibat dalam latihan sepak bola secara serius.
Namun, benih takdir ditaburkan justru selama turnamen itu.
Ia mengenang bahwa ia pertama kali benar-benar terpikat oleh sepak bola ketika menonton berita Piala Dunia di TV di rumah. Dalam rekaman itu, Reid mencetak gol penyeimbang krusial di waktu tambahan melawan Slovakia. Momen itu tidak hanya menyelamatkan Selandia Baru dari kekalahan tetapi juga menjadi kenangan yang tak terhapuskan bagi Surman.
"Saya tidak menonton keseluruhan pertandingan saat itu," akunya, "tetapi saya ingat melihat gol itu di berita, dan momen itu membuat saya benar-benar menyadari untuk pertama kalinya betapa besar dampak emosional yang bisa dibawa sepak bola."
Sejak saat itulah ia mulai mengembangkan minat pada olahraga tersebut, meskipun ia masih mencoba berbagai olahraga saat itu.
Pertumbuhan Multi-olahraga: Dari "Serba Bisa" hingga Fokus Sepak Bola
Tidak seperti banyak pemain profesional, jalur pertumbuhan Surman bukanlah perjalanan sepak bola tunggal. Di masa kecilnya, ia adalah "anak multi-olahraga" Selandia Baru yang khas; kriket, hoki, atletik, bola voli, dan bola basket semuanya menjadi bagian dari aktivitas sehari-harinya.
Ia bahkan menyatakan bahwa sebelum usia 10 tahun, sepak bola bukanlah olahraga utamanya.
"Mungkin terdengar sedikit terlambat, tetapi saya mulai bermain sepak bola klub sekitar usia 10 tahun," kata Surman. "Sebelum itu, saya terutama bermain kriket dan hoki, dan saya juga berpartisipasi dalam atletik, bola basket, dan bola voli."
Dalam lingkungan olahraga seperti Selandia Baru, pelatihan multi-olahraga dianggap sebagai jalur pertumbuhan yang sangat normal, yang juga meletakkan fondasi yang kuat bagi Surman dalam hal koordinasi fisik, kesadaran spasial, dan semangat kompetitif.
Namun seiring bertambahnya usia, ia secara bertahap menyadari bahwa sepak bola adalah tempat ia ingin mencurahkan seluruh energinya. "Sekitar usia 14 atau 15, saya memutuskan untuk fokus hanya pada sepak bola," katanya. "Setelah itu, pertumbuhan saya meningkat secara signifikan."
Pertumbuhan Profesional: Dari Pemain Muda Internasional hingga Anggota Piala Dunia
Jalur profesional Surman bukanlah kesuksesan semalam, tetapi sangat stabil. Ia berpartisipasi dalam Piala Dunia U20 2023 dan turnamen sepak bola putra Olimpiade Paris 2024, dengan kedua pengalaman tersebut berfungsi sebagai batu loncatan penting menuju tim nasional senior.
Di Piala Dunia U20, ia menghadapi pemain muda profesional dari seluruh dunia untuk pertama kalinya, dan intensitas serta kecepatan jauh melebihi kompetisi domestik.
"Itu adalah pertama kalinya saya bermain sepak bola di luar Selandia Baru," katanya. "Para lawan telah tumbuh dalam sistem liga tingkat tinggi, dan perasaan itu sangat berdampak."
Di Olimpiade Paris, ia menghadapi pemain profesional yang lebih matang, dan intensitas kompetisi semakin meningkat.
"Pemain Olimpiade lebih tua, lebih berpengalaman, dan lebih menguasai permainan," tambahnya. "Setiap pertandingan internasional membuat saya lebih jelas tentang apa yang masih perlu saya tingkatkan."
Pengalaman-pengalaman ini secara bertahap membekalinya dengan kemampuan untuk bergabung dengan tim nasional senior, dan pada akhirnya membawanya terpilih untuk skuad Piala Dunia 2026.
Menerima Panggilan: Panggilan Telepon yang Mengubah Realitas
Ketika ditanya tentang saat ia mengetahui bahwa ia terpilih untuk Piala Dunia, nada suara Surman terdengar santai dan bersemangat.
"Saya sangat senang ketika pelatih menelepon untuk memberi tahu bahwa saya terpilih," katanya. "Ada juga perasaan lega, karena saya sebenarnya sudah masuk banyak daftar kamp pelatihan sebelumnya, tetapi tidak pernah final. Terpilih secara resmi kali ini adalah pengalaman yang sangat istimewa."
Bagi setiap pemain, Piala Dunia bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga salah satu panggung tertinggi dalam karier profesional. Dan bagi Surman, itu lebih seperti proses "mimpi yang menjadi kenyataan."
Keuntungan Kandang: Manfaat Bermain di Amerika Serikat
Surman saat ini bermain di Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat, yang memberinya "keuntungan kandang" tertentu di Piala Dunia 2026.
Ia menyatakan bahwa ia sangat akrab dengan lingkungan sepak bola Amerika Utara, yang membantu dalam beradaptasi dengan kecepatan permainan dan kondisi lapangan.
"Ini sedikit istimewa," katanya. "Saya tahu lingkungan di sini, dan saya tahu seperti apa ritme permainan nantinya."
Yang lebih penting, tim Selandia Baru akan memainkan setidaknya dua pertandingan di stadion tempat ia pernah bermain, termasuk BC Place di Vancouver.
"Sangat menyenangkan bermain di stadion yang familiar; itu membuat saya merasa lebih santai."
Dukungan Keluarga: Latar Belakang Terhangat Piala Dunia
Meskipun Piala Dunia adalah acara yang ditonton secara global, bagi Surman, penonton terpentingnya selalu adalah keluarganya.
Ia mengungkapkan bahwa ibu, ayah, dan bibinya semuanya berencana untuk bepergian ke Amerika Utara untuk menonton pertandingan babak penyisihan grup.
"Mereka akan datang menonton pertandingan, itu sangat istimewa," katanya. "Memiliki keluarga Anda di tribun yang mendukung Anda di panggung seperti Piala Dunia adalah perasaan yang sulit digambarkan."
Dukungan keluarga ini juga telah menjadi dukungan emosional yang paling stabil dalam perjalanan profesionalnya.
Tantangan Grup: Dikelilingi Lawan Kuat tetapi Penuh Harapan
Dalam Piala Dunia ini, Selandia Baru telah tergabung dalam grup yang sangat menantang, dengan lawan-lawan termasuk Belgia, Mesir, dan Iran.
Dari perspektif kekuatan di atas kertas, grup ini tidak mudah, tetapi Surman tidak gentar. "Lawan grup kami semuanya sangat kuat," katanya. "Mungkin beberapa tim bukan nama terbesar, tetapi mereka semua memiliki pemain yang sangat hebat."
Namun, ia juga mengungkapkan kepercayaan diri tim. "Kami yakin bisa bersaing, dan kami yakin punya peluang untuk melaju dari grup. Dengan perluasan, bahkan posisi ketiga di grup memiliki peluang untuk lolos, yang merupakan kesempatan bagi kami."
Bagi Selandia Baru, tujuannya sangat jelas: tidak hanya berpartisipasi, tetapi berjuang untuk terobosan sejarah. "Tujuan kami adalah meraih kemenangan Piala Dunia pertama kami dan juga mencoba melaju dari babak penyisihan grup," katanya.
Mengenai gaya bermainnya, posisi Surman sangat jelas: ia adalah bek tengah yang berfokus pada pertahanan.
"Saya sangat menikmati bertahan," katanya. "Saya menghargai tantangan, sapuan, tekel, dan blok sebagai keterampilan fundamental."
Dalam konteks sepak bola modern yang semakin menekankan kemampuan mengolah bola para bek, ia juga menekankan bahwa ia memiliki kemampuan untuk memberikan umpan ke depan dan berpartisipasi dalam organisasi serangan, tetapi inti utamanya tetap stabilitas pertahanan. "Saya juga suka mengumpan bola ke depan dan berpartisipasi dalam membangun serangan, tetapi pertama dan terutama, saya harus memastikan saya adalah bek yang dapat diandalkan," katanya. "Saya adalah tipe 'beknya para bek'."
Pengalaman Turnamen: Langkah Krusial dalam Pertumbuhan
Dari Piala Dunia U20 hingga Olimpiade, dan sekarang hingga Piala Dunia senior, Surman percaya bahwa pengalaman pertandingan internasional ini adalah bagian terpenting dari pertumbuhannya. "Setiap pengalaman pertandingan internasional sangat berharga," katanya. "Piala Dunia U20 adalah pertama kalinya saya benar-benar menghadapi pemain luar negeri tingkat tinggi, dan Olimpiade mempertemukan saya dengan pemain profesional yang lebih matang. Pengalaman-pengalaman ini semuanya sangat berharga."
Surman penuh antisipasi untuk suasana Piala Dunia yang akan datang.
Ia berharap dapat bermain di stadion yang penuh sesak dan merasakan pesona sepak bola di lingkungan yang paling antusias.
"Saya berharap setiap pertandingan memiliki penonton penuh," katanya. "Bermain di depan begitu banyak penggemar selalu sangat istimewa."
Ia juga menyebutkan bahwa dukungan perjalanan para penggemar Selandia Baru akan menjadi motivasi penting bagi tim. "Suasana penggemar dalam pertandingan internasional benar-benar berbeda dari pertandingan klub," katanya. "Kami berharap dapat melihat banyak penggemar Selandia Baru datang untuk mendukung kami."
Dan bagi sepak bola Selandia Baru, tim ini berusaha menulis babak baru dalam sejarah – dari "peserta" menjadi "kompetitor."
Seperti yang dikatakan Surman: "Kami di sini bukan hanya untuk mengalaminya; kami di sini untuk menang."
Diterjemahkan oleh AI.
နယူးဇီလန်
ပို့တ်လန်း တင်ဘာ့စ်
Winston Reid
ဖင် ဆာမန်
မှတ်ချက် အားလုံး (26)