Berita terbesar dari jendela transfer Al-Ettifaq FC adalah kepergian Georginio Wijnaldum yang bergabung dengan Al-Ittihad Club secara gratis. Gelandang asal Belanda itu merupakan nama paling terkenal di skuad Al-Ettifaq FC, dan kepergiannya menandai pergeseran strategi klub secara signifikan.

Sebagai gantinya, Al-Ettifaq sangat aktif di bursa transfer dengan mendatangkan enam pemain baru dengan total pengeluaran hanya €500 ribu. Satu-satunya transfer berbayar adalah kedatangan Pedro Henrique dari Red Bull Bragantino dengan nilai tersebut. Pemain asal Brasil ini diharapkan membawa kualitas menyerang yang segar bagi tim.
Lima rekrutan lainnya datang tanpa biaya transfer. Marzouq Tambakti bergabung secara gratis dari Al-Riyadh, sementara empat pemain datang dengan status pinjaman: Talal Haji dan Abdalellah Hawsawi dari Al-Ittihad Club, Riyadh Sharahili dari NEOM SC, serta Sultan Harun dari Al-Qadisiya. Strategi pinjaman ini menunjukkan bahwa Al-Ettifaq ingin memperkuat skuad secara instan tanpa beban finansial jangka panjang.
Di sisi kepergian, selain Wijnaldum, Awad Dahal pindah ke Al-Riyadh secara gratis dan Faris Al-Ghamdi bergabung dengan Al Taawoun. Dengan tiga pemain keluar dan enam masuk, skuad Al-Ettifaq FC kini lebih besar secara kuantitas.
Secara keseluruhan, Al-Ettifaq FC telah memilih pendekatan hemat namun strategis dalam jendela transfer ini. Mengganti satu bintang internasional dengan sekelompok pemain lokal dan satu impor Brasil adalah langkah berani. Penggemar yang mengikuti Al-Ettifaq FC akan menantikan bagaimana wajah baru tim ini tampil di lapangan hijau.
Al Ittifaq
จอร์จีนีโย ไวนัลดึม
ริยาด ชาราฮิลี
ตาลาล ฮาจี
มาร์ซูก ตัมบักตี
ฟาริส อัล-กัมดี้
อาวัด ดาฮาล
สุลต่าน ฮารูน
ความคิดเห็นทั้งหมด