Uang yang berputar di bursa transfer Premier League terus membesar. Dalam satu dekade terakhir, belanja klub-klub Liga Inggris nyaris berlipat tiga. Dari £1,19 miliar pada musim panas 2016/2017, kini angkanya mencapai £3,48 miliar pada 2026/2027.

Data Sky Sports menunjukkan lonjakan tersebut terjadi setelah aktivitas transfer Premier League semakin agresif dalam beberapa musim terakhir. Bahkan, pengeluaran klub sudah menembus £2 miliar dalam lima bursa musim panas secara beruntun.
Pada musim panas 2026, total belanja mencapai £3,48 miliar (sekitar Rp83,51 triliun). Angka itu menjadi yang tertinggi dalam rentang data sejak 2016/2017.
Sebagai perbandingan, pada 2016/2017 klub-klub Premier League mengeluarkan £1,19 miliar (Rp28,56 triliun). Artinya, dalam 10 tahun, nominal belanja meningkat hampir tiga kali lipat.
Dari £1,19 Miliar Jadi £3,48 Miliar
Kenaikan belanja Premier League tidak berlangsung secara lurus setiap musim. Ada beberapa periode ketika pengeluaran turun, sebelum kembali melonjak.
Pada 2016/2017, total belanja berada di angka £1,19 miliar. Musim berikutnya naik menjadi £1,49 miliar, sebelum turun ke £1,27 miliar pada 2018/2019.
Belanja kemudian mencapai £1,41 miliar pada 2019/2020 dan £1,31 miliar pada 2020/2021. Pada 2021/2022, pengeluaran turun lagi menjadi £1,12 miliar. Setelah itu, grafik mulai menanjak tajam.
Musim 2022/2023 mencatat belanja £2,14 miliar, kemudian £2,46 miliar pada 2023/2024. Setelah sempat turun menjadi £2,05 miliar pada 2024/2025, belanja kembali melonjak ke £3,19 miliar pada 2025/2026.
Musim panas 2026/2027 menjadi puncaknya dengan £3,48 miliar. Sky Sports mencatat angka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Penjualan Pemain Juga Makin Besar
Besarnya belanja tidak berdiri sendiri. Klub-klub Premier League juga semakin mampu mendapatkan pemasukan besar dari penjualan pemain. Pada 2016/2017, total penjualan pemain berada di angka £498,62 juta (Rp11,97 triliun). Angka itu sempat turun menjadi £359,34 juta pada 2018/2019.
Setelahnya, pemasukan dari penjualan terus meningkat. Pada 2023/2024, klub-klub Premier League mencatat penjualan sebesar £1,43 miliar (Rp34,31 triliun).
Pada musim panas 2026/2027, penjualan kembali mencetak angka besar, yakni £2,17 miliar (Rp52,07 triliun). Dengan kata lain ada kecenderungan semakin besar uang yang dikeluarkan Premier League untuk membeli pemain, semakin besar pula nilai transfer yang mengalir kembali dari penjualan.
Net Spend Tak Selalu Ikut Naik
Menariknya, kenaikan belanja tidak otomatis membuat net spend selalu menjadi yang tertinggi. Pada 2026/2027, net spend Premier League tercatat £1,30 miliar (Rp31,20 triliun). Angka tersebut masih sedikit di bawah musim 2025/2026 yang mencapai £1,34 miliar (Rp32,16 triliun).
Artinya, meski klub-klub mengeluarkan rekor £3,48 miliar pada musim panas 2026, mereka juga mendapatkan pemasukan besar dari penjualan pemain.
Musim 2022/2023 juga menjadi salah satu periode dengan net spend terbesar, yakni £1,29 miliar. Berikut perbandingan aktivitas transfer Premier League dari 2016/2017 hingga 2026/2027. Nilai rupiah dikonversi menggunakan kurs £1 = Rp23.996,15 per 2 September 2026.
MusimBelanjaPenjualanNet Spend2026/27£3,48 miliar (Rp83,51 triliun)£2,17 miliar (Rp52,07 triliun)£1,30 miliar (Rp31,20 triliun)2025/26£3,19 miliar (Rp76,55 triliun)£1,85 miliar (Rp44,39 triliun)£1,34 miliar (Rp32,16 triliun)2024/25£2,05 miliar (Rp49,19 triliun)£1,50 miliar (Rp35,99 triliun)£552,4 juta (Rp13,25 triliun)2023/24£2,46 miliar (Rp59,03 triliun)£1,43 miliar (Rp34,31 triliun)£1,03 miliar (Rp24,72 triliun)2022/23£2,14 miliar (Rp51,35 triliun)£849,65 juta (Rp20,39 triliun)£1,29 miliar (Rp30,96 triliun)2021/22£1,12 miliar (Rp26,88 triliun)£496,36 juta (Rp11,91 triliun)£627,99 juta (Rp15,07 triliun)2020/21£1,31 miliar (Rp31,44 triliun)£385,4 juta (Rp9,25 triliun)£921,95 juta (Rp22,12 triliun)2019/20£1,41 miliar (Rp33,84 triliun)£827,57 juta (Rp19,86 triliun)£580,04 juta (Rp13,92 triliun)2018/19£1,27 miliar (Rp30,47 triliun)£359,34 juta (Rp8,62 triliun)£913,73 juta (Rp21,93 triliun)2017/18£1,49 miliar (Rp35,75 triliun)£781,6 juta (Rp18,76 triliun)£703,84 juta (Rp16,89 triliun)2016/17£1,19 miliar (Rp28,56 triliun)£498,62 juta (Rp11,97 triliun)£693,36 juta (Rp16,64 triliun)
Lima Musim Terakhir Paling Gila
Data tersebut memperlihatkan perubahan paling mencolok terjadi dalam lima musim terakhir.
Sejak 2022/2023, belanja Premier League selalu berada di atas £2 miliar. Sebelumnya, angka tersebut belum pernah mencapai level setinggi itu dalam data 2016/2017 hingga 2021/2022.
Pada periode tersebut pula, nilai transfer pemain kelas atas semakin meningkat. Sky Sports mencatat bahwa belanja musim panas 2026 hampir tiga kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Bursaspor
Tất cả bình luận