Menurut surat kabar Spanyol "Sport", pelatih tim nasional Mesir Hossam Hassan membantah bahwa ia berada di bawah tekanan untuk memanggil striker Barcelona berusia 18 tahun Hamza Abdelkarim untuk Piala Dunia 2026. Ia menyatakan bahwa penerima manfaat sesungguhnya dari pemanggilan ini adalah pemain itu sendiri.

Hossam Hassan memimpin Mesir mencapai babak 16 besar yang bersejarah di Piala Dunia 2026, dan nyaris membuat kejutan melawan Argentina, yang akhirnya menjadi runner-up, di babak gugur. Hamza Abdelkarim termasuk dalam skuad Piala Dunia Mesir saat itu dan membuat 4 penampilan sebagai pemain pengganti di turnamen tersebut.
Sekarang, Hamza sekali lagi dipanggil ke tim nasional Mesir untuk berpartisipasi dalam pertandingan internasional berikutnya, ketika Mesir akan memulai perjalanan mereka di kualifikasi Piala Afrika 2027. Pemain kunci seperti Mohamed Salah dan Omar Marmoush juga masih disertakan.
Hamza sebelumnya langsung dari tim muda Barcelona ke panggung Piala Dunia, dan pemanggilan Piala Dunia pertamanya juga memicu banyak diskusi. Hossam Hassan membahas prinsip-prinsip seleksinya di sebuah acara yang berkaitan dengan presiden Mesir, dan secara eksplisit membantah bahwa ia berada di bawah tekanan eksternal untuk memanggil Hamza.
Hossam Hassan berkata: "Tidak benar bahwa saya ditekan untuk memanggil Hamza. Penerima manfaat sesungguhnya adalah pemain, yang terbantu dengan berpartisipasi di Piala Dunia bersama tim nasional."
Laporan tersebut menunjukkan bahwa setelah berpartisipasi di Piala Dunia, perkembangan Hamza semakin pesat. Ia membuat 4 penampilan sebagai pemain pengganti di turnamen tersebut, kemudian menjadi pencetak gol terbanyak Barcelona di musim pramusim dengan 4 gol. Barcelona telah memperbarui kontraknya hingga 2030, dan kontrak baru tersebut mencakup klausul rilis sebesar 150 juta euro.
Hossam Hassan menekankan bahwa pemilihannya terhadap pemain tim nasional didasarkan pada kinerja mereka di lapangan, bukan faktor lain. Ia berkata: "Saya tidak melihat usia, dan saya tidak hanya fokus pada satu klub. Klub itu penting, tetapi tim nasional lebih penting, tim nasional yang utama."
Untuk pemain muda seperti Hamza, Hossam Hassan juga menasihati mereka untuk mengikuti jejak Salah: "Jadikan Mohamed Salah sebagai panutan bagi pemain muda untuk belajar."
Hamza juga berbicara tentang situasinya di konferensi pers setelah menyelesaikan perpanjangan kontraknya dengan Barcelona. Musim lalu, ia hanya bermain 4 menit di pertandingan resmi untuk tim utama Barcelona, tetapi ia berkata: "Peluang akan datang, saya tahu saya masih memiliki banyak area untuk ditingkatkan."
Hamza juga menekankan bahwa hal terpenting pada tahap ini adalah mendapatkan kesempatan bermain, dan ia bersedia menerima penugasan bermain untuk Barça Atlètic jika diperlukan. Karena ia masih memegang nomor skuad akademi, ia dapat kembali bermain untuk Barça Atlètic jika klub menganggapnya perlu.
Diterjemahkan oleh AI.
Situs web AF kini hadir! Lihat berita lengkap, komentar, detail pertandingan, dan statistik di komputer Anda. Kunjungi: www.allfootballapp.com
Ai Cập
Barcelona
Trabzonspor
Hossam Hassan
Salah
Hamza Abdelkarim
Tất cả bình luận